SEJARAH Persib Bandung 27 April: Tim yang Dibela Kim Kurniawan Kalahkan Maung Bandung

Persib Bandung yang datang sebagai pemuncak klasemen sementara Wilayah Barat, takluk dari PBR dengan skor tipis 0-1.

Editor: Giri
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
BEK Persib Bandung Vladimir Vujovic (kiri) berduel dengan striker PBR Bambang Pamungkas. 

TRIBUNJABAR.ID - Saat menjadi juara LSI 2014, Persib Bandung kalah tiga kali di fase reguler Grup Barat. Kala itu, Persib Bandung melangkah ke babak delapan besar setelah finis di posisi kedua  klasemen akhir Wilayah Barat di bawah Arema Cronus.

Dari 20 laga di Wilayah Barat, tim aduhan Djadjang Nurdjaman mengumpulkan 41 poin hasil 12 kali menang, lima kali imbang, dan tiga kali kekalahan.

Hanya dua tim yang mampu mengalahkan Persib kala itu. Selain Semen Padang yang menang saat tandang dan main kandang, satu tim lain yang mampu meraih poin penuh dari Persib adalah Pelita Bandung Raya. PBR kala itu ber-home base di Bandung. 

Alhasil, PBR yang ditangani Dejan Antonic dianggap adik Persib dan pertemuan mereka dilabei derbi. 

Kekalahan Persib dari PBR terjadi di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, tepat enam tahun yang lalu. Ya, pada 27 April 2014.

Persib Bandung yang datang sebagai pemuncak klasemen sementara Wilayah Barat, takluk dari PBR dengan skor tipis 0-1.

Dalam laga sarat gengsi tersebut, kedua tim melancarkan jual beli serangan pada menit-menit awal.

Pada menit ke-13, PBR mendapatkan peluang pertama lewat sepakan David Laly setelah memanfaatkan umpan TA Musafri.

Namun, tendangan David Laly masih membentur tiang gawang Maung Bandung yang dikawal I Made Irawan.

Persib sendiri terus berupaya menciptakan serangan-serangan, namun selalu berhasil ditumpaskan lini belakang PBR.

Pada menit ke-34, Makan Konate akhirnya mencoba peruntungan dengan melepaskan tendangan langsung dari luar kotak penalti.

Namun, tendangan Konate yang mengarah ke sisi kanan gawang masih bisa diselamatkan dengan baik oleh kiper Denis Romanov.

 Tak ada gol yang tercipta dari kedua tim hingga turun minum.

Pada babak kedua, Maung Bandung mengubah strategi dengan menarik Ferdinand Sinaga dan memasukkan Tantan.

Alih-alih mencetak gol ke gawang PBR dengan strategi baru, skuad asuhan Djadjang Nurdjaman itu malah kebobolan pada menit awal babak kedua.

Halaman
12
Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved