Minggu, 31 Mei 2026

Gelombang Tinggi Hingga 5 Meter Melanda Pantai Selatan Sukabumi, Nelayan Diimbau Waspada

Gelombang tinggi hingga 5 meter terjadi di pantai selatan Sukabumi. Nelayan harus waspada.

Tayang:
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Situasi gelombang laut di Pantai Muara Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (27/4/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jabar M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Gelombang tinggi terjadi di laut pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri Assidiq mengatakan, gelombang di pantai cukup tinggi.

Gelombang laut mencapai ketinggian 3 hingga 5 meter.

"Kalau kami ada link langsung dengan BMKG, jadi setiap waktu ada perubahan kami dapat terima. Kami sebetulnya dari beberapa hari ini sudah coba kita sampaikan imbauan ke nelayan melalui HNSI, terutama untuk sementara ini sehubungan dengan intensitas gelombang yang cukup tinggi meskipun itu statusnya di tengah tapi berdampak juga ke dalam teluk, gelombang itu 3 sampai 5 meter, berdampak juga ke pantai," ujar Okih, Senin (27/4/2020).

Dengan terjadinya gelombang tinggi tersebut, kata Okih, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada nelayan.

Mereka menyarankan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut.

Ia juga meminta nelayan untuk melengkapi safety, seperti menggunakan pelampung.

"Kami sudah mengimbau melalui HNSI kalau terpaksa nelayan melaut untuk meningkatkan kewaspadaan, kami harapkan tidak dulu melaut karena memang ketika perahu jenis congkreng yang gelombang tiga meter saja cukup riskan, apalagi di atas tiga, untuk sementara memang intensitas masyarakat nelayan yang melaut agak sedikit berkurang dengan suasana seperti ini. Tapi memang karena kebutuhan ekonomi juga mereka tetap ada juga yang melaut," kata Okih.

"Tetap waspada, melengkapi alat safety, minimal bawa pelampung, dulu Polair sudah mencoba membagikan pelampung ke para nelayan, karena memang entah karena memang kebiasaan, jadi kadang di kasih itu kayanya enggak tahu pada ke mana pelampung itu," tuturnya.

Okih menganggap, kesadaran nelayan masih kurang ketika diberi bantuan berupa pelampung sering tidak digunakan.

Saat Wabah Corona di Bulan Ramadan Ini Purwakarta Diserbu Pemulung dari Luar, Begini Kata Kadinsos

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved