Minggu, 31 Mei 2026

Saat Wabah Corona di Bulan Ramadan Ini Purwakarta Diserbu Pemulung dari Luar, Begini Kata Kadinsos

Wilayah Kabupaten Purwakarta saat bulan Ramadan dan di tengah wabah virus corona ini diserbu para pemulung

Tayang:
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Ichsan
Ilustrasi Pemulung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Wilayah Kabupaten Purwakarta saat bulan Ramadan dan di tengah wabah virus corona ini diserbu para pemulung yang berkeliaran di setiap sudut jalan baik siang, sore, maupun malam.

Para pemulung tampak ada yang membawa serta istri dan anak-anaknya yang disimpan di atas gerobak yang mereka bawa.

Tak hanya itu, pantauan Tribun Jabar ketika menyusuri setiap ruas jalan di Purwakarta, seperti Jalan RE Martadinata, Jalan KK Singawinata, Jalan Sudirman, Jalan Veteran, hingga Jalan Ipik Gandamana pun tak begitu sulit menemui mereka.

Fenomena ini memang terkadang sering muncul di saat ramadan seperti sekarang ini. Salahseorang pemulung bernama Engkos Wahab (40) mengaku datang dari wilayah Kabupaten Karawang.

Kebahagiaan Berlipat Zaskia Gotik, Setelah Dinikahi Sirajuddin Mahmud Kini Dia Ulang Tahun

Ia pun mengaku sudah lama menjadi pemulung di Kabupaten Purwakarta. Engkos tampak membawa anak dan istrinya berkeliling mencari barang rongsok untuk dia jual dan mendapatkan uang.

"Ya sehari kadang bisa dapat Rp 40 ribu. Sekarang mah sudah menurun harga barang-barang rongsoknya ditambah nyari barang rongsoknya juga susah. Tadi sepanjang jalan dari Sadang sampai Veteran sedikit (rongsoknya)," kata dia, Senin (27/4/2020).

Dia sehari-hari tinggal di daerah Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Purwakarta. Di sana, Engkos mengaku tinggal bersama dengan pemulung dari luar daerah pula seperti Tegal dan Cianjur.

Pantauan Tribun Jabar pun banyak pemulung yang justru berdiam diri duduk-duduk di trotoar atau pinggir jalan yang banyak dilalui kendaraan bermotor bukan justru mencari barang rongsok seperti halnya pemulung pada umumnya.

"Ya ada banyak (luar Purwakarta) selain saya. Ada yang dari Cianjur bahkan ada yang dari Tegal, Jawa Tengah," katanya.

Entah mengapa Purwakarta tiba-tiba banyak para pemulung seperti ini, tetapi memang fenomena semacam ini terkadang tak hanya ditemui di Purwakarta melainkan daerah atau kota-kota lainnya saat Ramadan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Purwakarta, Asep Surya mengatakan fenomena maraknya pemulung di Purwakarta ini bukan hal yang luar biasa dan menurutnya pemulung itu merupakan suatu profesi.

Masya Allah, Beralaskan Kardus Pemuda di Cimahi ini Tetap Jalankan Sholat, Doa Mengalir Untuknya

"Pemulung itu kan profesi apalagi banyak masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Mungkin karena tidak bekerja lagi di tempat biasa, jadi untuk menyambung hidup mereka setiap hari mencari kerja yang ada," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar.

Namun, saat disinggung terkait banyaknya pemulung yang berasal dari luar daerah, seperti Cianjur, Karawang bahkan Tegal, Asep tak memberikan jawabannya.

"Ya nanti ya, saya sedang urus data miskin Purwakarta untuk diusulkan mendapatkan bantuan sosial dari pusat, provinsi, dan Kabupaten supaya tidak tumpang tindih," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved