Minggu, 26 April 2026

PSBB di Bandung Raya

UPDATE Jumlah Pelanggar PSBB Kota Bandung Hingga Pukul 17.00 Capai Ribuan Orang

Hingga Rabu 22 April 2020, pukul 17.00 WIB, jumlah pelanggar kebijakan di hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) capai ribuan

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Dedy Herdiana
istimewa
Hari Pertama PSBB di Kota Bandung, Masih Banyak Naik Motor Boncengan, Naik Mobil di Samping Sopir 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hingga Rabu 22 April 2020, pukul 17.00 WIB, jumlah pelanggar kebijakan di hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) mencapai ribuan, mulai dari yang tidak memakai masker hingga melebihi kapasitas kendaraan.

Data Polrestabes Bandung hingga petang ini mencatat ada 32.381 roda dua dan 8.124 kendaraan roda empat yang masuk ke Kota Bandung saat penerapan PSBB.

Dari jumlah tersebut, Polisi memberikan teguran kepada 1.488 pengendara roda dua dan 601 kendaraan roda empat karena tidak menggunakan alat pelindung diri, seperti masker dan sarung tangan.

Kiper Persib Bandung Made Bicara Soal Pandemi Corona dan PSBB serta Harapannya

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, kendaraan paling banyak masuk ke Kota Bandung berasal dari sekitar tol Pasteur.

"Jadi dari luar mereka melintas Kota Bandung dan tujuannya di luar Kota Bandung. Contoh, dari Lembang (Kabupaten Bandung Barat), ke Kota Cimahi melintas ke Kota Bandung untuk ke Kabupaten Sumedang,” ujar Ulung Sampurna Jaya, di Jalan Otista, Kota Bandung, Rabu (22/4/2020).

Hari Pertama PSBB di Kota Bandung, Mobil Masuk 15 Ribu Motor Masuk 25 Ribu, Pelanggar 450 Orang

Ulung mengklaim, di sekitar Kota Bandung sendiri sudah banyak masyarakat yang sadar dan mengerti dengan penerpan PSBB ini.

Pihaknya mengaku jarang menemukan masyarakat di pusat Kota Bandung yang melanggar PSBB dengan berkerumun.

Ulung pun menugaskan jajarannya untuk mengecek kegiatan tempat yang berpotensi terjadi perkumpulan masa seperti di restoran dan tempat lainnya.

Jika terdapat kerumunan, pihaknya akan melakukan teguran sesuai diskresi yang diberikan.

“Evaluasinya mungkin nanti para petugas di lapangan nanti akan kita konsolidasi lagi terkait dengan penghentian dan saat bertanya, terutama jarak petugas dengan pengendara pada saat melakukan kegiatannya,” ucap Ulung.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved