Sabtu, 25 April 2026

Pengamat: Langkah Adamas Belva Delvara Harusnya Diikuti Semua Staf Khusus Presiden

Fokus membesarkan platform Ruang Guru akan menjadi terpuji ketimbang menghadapi cibiran dan tuduhan KKN.

Editor: Giri
Instagram @belvadevara
Adamas Belva Devara. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai Adamas Belva Delvara sudah melakukan langkah tepat karena mundur dari posisi staf khusus milenial Presiden Joko Widodo. Tapi, dia menganggap mundurnya terlambat.

"Namun saya memberi apresiasi positif atas pilihan mundur dari Belva. Berjuang untuk Merah Putih tidak harus berada di lingkungan Istana tetapi berkiprah nyata di masyarakat," kata Ari dalam keterangan tertulis, Selasa (22/4/2020).

Ia mengatakan, langkah tersebut ikut "menyelamatkan" muka Presiden Jokowi dari tudingan tidak sedap yakni memanfaatkan posisi kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

"Fokus membesarkan platform Ruang Guru akan menjadi terpuji ketimbang menghadapi cibiran dan tuduhan KKN (korupsi kolusi nepotisme)atas terpilihnya Ruang Guru sebagai pelaksana pelatihan prakerja," kata Ari Junaidi.

Ari mengatakan, langkah mundur Belva seharusnya diikuti oleh staf khusus milenial yang lain seperti, Andi Taufan yang mengirim surat ke semua camat untuk menggandeng perusahaan pribadinya PT Amarta dalam penanganan Covid-19.

"Sikap Belva Adara jauh lebih terhormat dari Andi Taufan yang hingga sekarang belum memutuskan hengkang dari Istana," ujarnya.

Menurut Ari, untuk mengantisipasi kekecewaan publik di tengah pandemi Covid-19, sebaiknya semua staf khusus milenial mengundurkan diri karena efektivitasnya tidak dirasakan publik.

Tak hanya itu, Ari menyarankan agar gaji staf khusus milenial sebaiknya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

"Jangan sampai Presiden sendiri yang meminta mundur. Anggaran untuk penggajian staf khusus lebih baik dialihkan untuk pengadaan APD bagi tenaga medis di garda terdepan penanganan covid-19," kata Ari.

Adamas Belva Devara mengundurkan diri dari posisi Staf Khusus Presiden Joko Widodo. "Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020," tulis Belva di akun Instagram miliknya, Selasa (21/4/2020).

Belva mengundurkan diri berkaitan dengan terpilihnya Ruang Guru, perusahaan yang didirikan dan dipimpinnya, sebagai mitra program kartu prakerja.

Mengutip keterangan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), Belva menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan dalam terpilihnya Ruang Guru.

Remaja di Indramayu Masih Bandel Nongkrong di Warung Kopi, Langsung Dibubarkan Polisi

Sebab, proses verifikasi semua mitra kartu prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku dan pemilihan mitra pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang kartu prakerja. "Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin membuat polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai staf khusus presiden menjadi berkepanjangan," kata dia.

PSBB Dianggap Langkah Lempar Tanggung Jawab Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah

Belva pun berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran dirinya. Walau singkat, Belva merasa banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat dari pekerjaan sebagai Stafsus Presiden. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengunduran Diri Belva Dinilai Selamatkan Presiden Jokowi", https://nasional.kompas.com/read/2020/04/22/07511731/pengunduran-diri-belva-dinilai-selamatkan-presiden-jokowi?page=2.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved