Gara-gara Pasien Positif Corona Kabur, 11 Warga Sebuah Desa di Indramayu Harus Jalani Rapid Test
Gara-gara pasien positif Covid-19 kabur, 11 warga sebuah desa di Indramayu harus jalani rapid test.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Imbas kaburnya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test di Kabupaten Indramayu membuat sebanyak 11 orang di Desa Dukuhjeruk, Kecamatan Karangampel mesti menjalani rapid test.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara kepadaTribuncirebon.com, Rabu (22/4/2020).
Deden Bonni Koswara mengatakan, 11 orang ini diketahui telah berkontak erat dengan pasien saat kabur ke kediamannya tersebut.
"Kami tidak merapid satu desa, cuma 11 orang saja yang kami rapid test, mereka yang kontak langsung dengan pasien," ujar dia.
Adapun hasil rapid test tersebut tidak menunjukkan reaksi sehingga dinyatakan kesebelas warga negatif Covid-19.
Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test ini diketahui adalah laki-laki berinisial K (75) Tahun asal Kecamatan Karangampel.
Ia diketahui melarikan diri karena enggan diisolasi di ruang isolasi RSUD Indramayu.
Kepada tim medis, pasien juga enggan berterus terang dan lebih banyak diam saat ditracing terkait riwayat perjalanannya.
"Kami lacak dan akhirnya alhamdulillah ketemu dan pada Senin (20/4/2020) pukul 13.10 WIB sudah masuk ke ruang isolasi RSUD Indramayu," ujar Deden Bonni Koswara.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil tes swab tenggorokan pasien dari Labkesda Provinsi Jawa Barat untuk memastikan status pasien tersebut.
• Lengangnya Jalanan di Ring 1 Kota Bandung Saat Hari Pertama PSBB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/deden-bonni-koswara-indramayu-2732020.jpg)