Kenali Akses Vaskular dan Penggunaannya
STILAH akses vaskular bagi sebagian orang mungkin masih awam. Namun bagi pasien dialisis (cuci darah), akses vaskular sudah cukup familiar.
Penulis: Siti Fatimah | Editor: bisnistribunjabar
TRIBUNJABAR.ID - ISTILAH akses vaskular bagi sebagian orang mungkin masih awam. Namun bagi pasien dialisis (cuci darah), akses vaskular sudah cukup familiar. Meski begitu, bukan hanya pasien dialisis saja sebenarnya yang bisa menggunakan tindakan akses vaskular tetapi bisa juga untuk sejumlah tindakan bagi pasien dengan keluhan lainnya.
Dokter Spesialis Bedah, dr Romzi K mengatakan, akses vaskular adalah tindakan pembuatan saluran darah dengan atau tanpa alat/catheter ke dalam pembuluh darah untuk tujuan tertentu. Namun kebanyakan akses vaskular dibutuhkan untuk pasien-pasien yang memerlukan cuci darah/hemodialisa. Meski begitu, tindakan ini juga bisa dilakukan untuk pasien kemoterapi, pemberian nutrisi, koreksi cairan dan elektrolit, obat-obatan, transfusi darah dan penanganan nyeri.
"Karena itu, akses vaskular ini penting untuk ketahui karena banyak masyarakat yang masih belum tahu kegunaan dari tindakan ini. Misal tindakan untuk pasien dialisis tentu berbeda dengan pasie kemoterapi dan seterusnya," kata dr Romzi.
Ia mengatakan, akses vaskular memiliki beberapa jenis. Ada yang paling sederhana, yakni dengan pemasangan infus. Namun, saat ini yang masih banyak belum dipahami oleh masyarakat awam adalah mengenai akses hemodialisa dan akses kemoterapi.
Menurutnya, kelebihan pemasangan akses hemodialisa atau cuci darah adalah memudahkan tenaga medis untuk melakukan penusukan cuci darah sesuai target yang dicapai dan mengurangi komplikasi akibat penusukan.
Contohnya pada pasien-pasien cuci darah diperlukan akses cuci darah yang disebut av shunt/cimino. Namun av shunt dapat dipakai setelah 6minggu dari pasca operasi dan dinyatakan mature oleh dokter bedah vaskular, sehingga untuk menunggu waktu tersebut dipasang lah catheter double lumen/CDL terlebih dahulu.
Sedangkan untuk kemoterapi dapat dilakukan pemasangan chemoport untuk mengurangi komplikasi yang mungkin terjadi akibat penusukan.
Av shunt merupakan akses vaskular permanent selama tidak timbul masalah dan komplikasi. CDL dan chemoport merupakan akses vaskular yang sifatnya sementara.
Melihat akses vaskular sangat membantu pasien, maka keluarga dari pasien juga perlu mengetahui tindakan ini. Selain itu, keluarga pasien perlu mengetahui karena tindakan ini perlu perawatan.
"Keluarga pasien perlu tahu, karena diharapkan bisa ikut mengawasi dan merawat agar akses vaskular tersebut awet tidak timbul komplikasi, misalkan CDL tidak boleh terkena air, avshunt tidak boleh lengannya ditensi, angkat-angkat berat, lengannya tertindih dan harus dijaga kebersihannya," katanya.
Untuk itulah, edukasi mengenai pentingnya menjaga akses vaskular pada pasien hemodialisis tidak hanya sangat penting diberikan bagi penderita gagal ginjal, tapi juga bagi keluarga pasien. Selain itu masyarakat yang sehat juga perlu mengenal pentingnya menjaga akses vaskular tersebut selain tentang memahami tentang penyakit gagal ginjal secara umum. Termasuk perlu juga mengetaui tentang kegunaan lain tindakan akses vaskular selain untuk pasien dialisis. (Siti fatimah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/akses-vaskular.jpg)