Ini Alasan RST Ciremai Cirebon Minta 21 Tenaga Medis Lakukan Isolasi Mandiri
Sebanyak 21 tenaga kesehatan RST Ciremai Cirebon harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sebanyak 21 tenaga kesehatan RST Ciremai Cirebon harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.
Mereka menjalani isolasi mandiri setelah merawat pasien yang seharusnya masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) tetapi tidak jujur mengenai riwayat kontak dan perjalanannya.
Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) 03.04.03 Cirebon, Letkol Ckm dr Wildan Sani SpU, mengatakan, hal itu sebagai upaya antisipasi jajarannya.
Menurut dia, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap para tenaga kesehatan dari mulai perawat hingga dokter spesialis itu.
"Maka kami memutuskan mengistirahatkan mereka untuk isolasi mandiri," ujar Wildan Sani kepada Tribuncirebon.com, Selasa (21/4/2020).
• Viral di WhatsApp, Minum Teh Campur Lemon Ampuh Cegah Virus Corona, Benarkah? Ini Kata Ahli Herbal
Ia mengatakan, tindakan itu sebagai bentuk kehati-hatian jajarannya dan berdasarkan protokol dari Kemenkes RI.
Wildan memastikan hingga kini secara klinis kondisi 21 tenaga kesehatan tersebut baik-baik saja.
Pihaknya pun terus memantau perkembangan kondisi 21 tenaga medis yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing itu.
"Mereka juga akan menjalani rapid test Covid-19, semoga nanti hasilnya negatif," kata Wildan Sani.
Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (14/4/2020), seorang pasien Tuan M datang ke IGD RST Ciremai dalam kondisi tidak sadarkan diri.
• Aksi Brutal Pembacokan di Purwakarta, Sekeluarga Jadi Korban, Minta Tolong dan Merayap Keluar Rumah
Kala itu, pihak keluarga tidak menyampaikan bahwa Tuan M telah kontak langsung dengan dua kerabatnya yang menjadi PDP Covid-19 dan telah meninggal dunia.
Keluarga Tuan M baru menyampaikan hal tersebut kepada tim medis RST Ciremai pada malamnya saat kondisi pasien memburuk kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (15/4/2020) dinihari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dandenkesyah-030403-cirebon-letkol-ckm-dr-wildan-sani-spu-kiri.jpg)