Selasa, 14 April 2026

Ketua PPJI Jabar Beri Usulan Agar Pengusaha Katering Bisa Bertahan dari Hantaman Virus Corona

KETUA Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Jawa Barat, Fahrur Rosidi, memberikan masukan kepada peng

Editor: Januar Pribadi Hamel
https://www.instagram.com/ppji.jabar/
Fahrur Rosidi, Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Jawa Barat dalam sebuah acara. 

KETUA Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Jawa Barat, Fahrur Rosidi, memberikan masukan kepada pengusaha katering untuk segera berimigrasi penjualan secara daring (online).

"Pengusaha katering yang murni berbisnis katering sudah tutup. Tapi, yang melakukan adaptasi dengan mengubah sistem penjualan menjadi daring ataupun bergabung dengan marketplace masih bisa beroperasi," kata Fahrur kepada Tribun melalui sambungan WhatsApp, Selasa (14/4).

Menurut Fahrur, layanan daring sangat membantu meskipun harus mengubah pola bisnisnya dan penjualan pasti anjlok tajam.

Fahrur berharap pada Ramadan proses adaptasi makin baik, migrasi pola bisnis dan penjualan daring makin sempurna.

Namun, Fahrur mengingatkan, untuk berimigrasi itu tidak gampang. Dia mengaku khawatir karena bakal terjadi kompetisi yang sangat ketat antara industri kuliner yang selama ini eksis di sistem online dan pemain baru dari sektor hotel, restoran, dan katering.

Menurut Fahrur, pola bisnis daring sangat berbeda dengan bisnis katering biasa.

Mennurut Fahrur, katering biasa menerima pesanan dalam volume besar dengan pembayaran di depan, sedangkan untuk penjualan daring memerlukan pola strategi bisnis yang berbeda, termasuk sistem logistik, pembelian bahan baku, marketing, dan lain-lain.

"Ini lebih berpeluang untuk UKM dan restoran. Para pengusaha katering yang ingin bisnisnya tetap beroperasi harus mengubah pola bisnisnya," kata Fahrur.

PPJI saat ini, kata Fahrur, fokus meningkatkan kualitas soft skill sumber daya manusia (SDM).

Menurut dia, PPJI memberikan training daring dan diharapkan, saat pandemi ini berakhir, pengusaha bisa cepat memulai kembali bisnis dan mengejar ketertinggalan kinerja operasional usaha.

PPJI berdiri pada 1987 di Jakarta dengan nama Asosiasi Catering Seluruh Indonesia (ACSI) sampai akhirnya berubah menjadi PPJI. Total anggota PPJI Jawa Barat per Desember 2019 adalah 637 perusahaan.

"Kegiatan utama adalah peningkatan kualitas dan skala usaha anggota dan kegiatan corporate social responsibility (CSR) sebagai komitmen para pengusaha katering terhadap kondisi masyarakat.

Saat ini di seluruh Indonesia, anggota PPJI bersama masyarakat membantu menghadapi dampak covid-19," kata Fahrur.

Dirumahkan

Pengusaha katering semakin sulit. Wabah virus corona telah menghentikan roda perekonomian mereka.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved