Wabah Covid-19 Membuat Optimisme Konsumen Turun Sehingga Pengaruhi Dunia Usaha

persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini berada pada level pesimistis dengan indeks kondisi saat ini (IKE) sebesar 94,0.

Tribun Jabar/Siti Fatimah

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Survei konsumen pada Maret 2020 mengindikasikan optimisme konsumen di Jawa Barat terhadap kondisi perekonomian melemah. Hal ini tecermin dari indeks keyakinan konsumen (IKK) sebesar 109,1, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dengan IKK sebesar 118,0.

"Semakin mewabahnya Covid-19 dan pelemahan ekonomi secara global mendorong pelemahan optimisme konsumen baik terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prakiraan kondisi ekonomi pada enam bulan ke depan," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto, di Bandung, Rabu (15/4/2020).

Ia mengatakan, pada Maret 2020, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini berada pada level pesimistis dengan indeks kondisi saat ini (IKE) sebesar 94,0. Pesimisme konsumen terutama terindikasi pada kondisi ketersediaan lapangan kerja saat ini.

Sementara pada enam bulan mendatang, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi juga terindikasi melemah sebagaimana tecermin dari indeks ekspektasi konsumen (IEK) sebesar 124,2, lebih rendah dibandingkan 134,6 pada Februari 2020.

"Pelemahan optimisme terjadi pada seluruh komponen IEK yaitu kegiatan usaha, tingkat penghasilan, dan ketersediaan lapangan kerja," katanya.

Satu di antara dunia usah yang terimbas karena Covid-19 adalah kuliner. Usaha kuliner menjadi salah satu penyumbang ekonomi, terlebih di Kota Bandung yang dikenal sebagai pusat wisata kuliner.

Salah satu penopang keberlansungan usaha kuliner di tengah pandemi Covid-19 adalah ojek online. Jasa pengantaran menjadi alternatif penjualan langsung sebagai upaya mendukung social distancing maupun physical distancing.

Karena itulah, Hipmi Bandung mendukung ojek online untuk tetap bisa beroperasi bila nanti PSBB jadi diberlakukan di Kota Bandung.

Pelaksana Tugas Ketua Umum BPC Hipmi Kota Bandung, Arrovy Andasasmita, mengatakan pelaku usaha kuliner di Kota Bandung cukup banyak. Sebelum dan setelah ada pandemi, usaha mereka cukup terbantu dengan keberadaan ojek online untuk membantu jasa pengantaran kepada konsumen.

"Ojol, kami katakan mereka ini sebagai garda penyelamat aktivitas bisnis pengusaha kuliner atau usaha yang membutuhkan jasa pengiriman barang dan bisnis-bisnis lain yang membutuhkan jasa ojol," katanya.

Menurutnya, keberadaan ojol sangat membantu pada saat situasi seperti saat ini. Karena itu, pihaknya
meminta Pemerintah Kota Bandung untuk tetap mengizinkan ojol untuk bisa bekerja dan beroperasi jika PSBB diberlakukan.

Meski begitu, pihaknya tetap berharap walaupun para ojol harus bekerja di luar rumah untuk tetap mematuhi standar kelengkapan kerja lapangan seperti memakai masker serta alat pelindung diri lainya untuk upaya pencegahan di tengah pandemi Covid-19.

Ketua OC Dapur Solidaritas, Kiki Hendrawan, mengatakan, pihaknya juga berharap para ojol masih bisa beroperasi karena kondisi saat ini berimbas ojek online. Mereka mengalami penurunan order terutama dari jasa pengantaran penumpang. (*)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Sugiri
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved