Sejak Januari Sudah Ada 251 Kasus DBD di Tasikmalaya, 6 Orang di Antaranya Meninggal
Sejak awal 2020 tercatat ada 251 kasus DBD yang disebabkan nyamuk aedes aegypti di Kota Tasikmalaya.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kasus kematian akibat serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya sejak Januari mencapai enam orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan, dari enam orang meninggal itu, empat orang sudah bisa dipastikan meninggal karena DBD.
"Empat sudah positif. Yang dua keburu meninggal sebelum menjalani tes laboratorium. Tetapi trombositnya memang turun drastis," kata Uus.
Sejak Januari 2020 tercatat ada 251 kasus DBD yang disebabkan nyamuk aedes aegypti di Kota Tasikmalaya.
Sebagian besar sudah sembuh dan hanya beberapa warga yang masih dirawat.
Menurut Uus, kasus serangan DBD hampir merata di 10 kecamatan yang ada di wilayah kota.
Terutama di wilayah kecamatan padat penduduk, seperti Cihideung dan Cipedes.
"Selain corona, warga juga diharapkan mewaspadai serangan mematikan DBD. Sudah ada empat meninggal dan dua lagi belum sempat terkonfirmasi positif," kata Uus.
Ia mengimbau warga selalu melakukan kegiatan pembasmian sarang nyamuk, dalam bentuk 3M, yaitu menguras, menimbun dan menutup. (firman suryaman)