Virus Corona di Jabar

Perempuan PDP di Cianjur Jadi Korban Meninggal Keenam, Ada Riwayat Perjalanan di Zona Merah

Yusman mengatakan, pasien ada riwayat bepergian ke Jakarta dan hasil pemeriksaan penunjang melalui rontgen mengarah ke pasien PDP.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kapolres Cianjur bagikan masker ke sopir angkutan umum guna mencegah penyebaran Covid-19, Minggu (10/4/2020) 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pasien PDP atas nama Ny R (33) meninggal dunia dengan keluhan terakhir mengalami sesak napas.

Hingga saat ini jumlah PDP meninggal di Cianjur jadi enam orang.

Juru Bicara Koordinasi dan Komunikasi Covid-19 Cianjur, dr Yusman Faisal, mengatakan pasien PDP saat masuk ke RSUD Cimacan pada 15 April sudah dalam keadaan sesak.

"Pasien PDP atasnama Ny R (33) masuk ke RSUD Cimacan pada 15 April dan meninggal pada 16 April pukul 06.15 WIB, hasil pemeriksaan rapid tes negatif," ujar Yusman melalui sambungan telepon, Kamis (16/4/2020) malam.

Yusman mengatakan, pasien ada riwayat bepergian ke Jakarta dan hasil pemeriksaan penunjang melalui rontgen mengarah ke pasien PDP.

"Semua PDP diambil sampelnya kemudian dikirim ke Labkesda Provinsi Jabar, dari sana kurang lebih 1-2 minggu baru ada hasil, dan hasil tersebut selain di feed back-kan ke dinkes kabupaten juga langsung dikirim ke Dinkes Provinsi Jabar oleh labkesda," kata Yusman.

Menurutnya data pasien betul-betul riil karena bila Dinkes coba-coba manipulasi maka tetap saja provinsi yang akan meng-upload ke pikobar dan kemenkes.

"Intinya Dinkes Cianjur tidak bisa menutup-nutupi data karena yang memeriksa dan mengeluarkan hasil adalah provinsi," katanya.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved