Breaking News:

Ketua DPRD Majalengka Minta Masyarakat Disiplin dan Patuh pada Protokol Kesehatan

Edy Anas Djunaedi meminta masyarakat agar tetap disipilin dan selalu mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah.

tribunjabar/eki yulianto
Ketua DPRD Majalengka, Edy Anas Djunaedi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Edy Anas Djunaedi meminta masyarakat agar tetap disipilin dan selalu mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah.

Terutama, dalam menghadapi wabah virus Corona yang terus mewabah khususnya di Indonesia.

Sebab, hingga kini badai Corona belum juga menu jukkan tanda-tanda akan berakhir.

"Apalagi Presiden Joko Widodo telah menetapkan penyakit saluran pernapasan yang disebabkan Covid-19 sebagai bencana nasional di Indonesia," ujar Edy, Rabu (15/4/2020).

Dirinya menjelaskan, hal itu tertuang dalam keputusan Presiden nomor 12 tahun 2020 tentang penetapan bencana non-alam penyebaran virus Corona sebagai bencana nasional.

Yang ditandatangani pada 13 April 2020.

Bosan di Rumah? Coba Membuat Rujak Bakso Jando ini Cocok Jadi Menu Santapan Siang, Begini Resepnya

"Jangan pernah bosan melakukan apa yang telah diimbau oleh pemerintah di tengah wabah yang melanda negeri kita, karena untuk kebaikan bersama," ucapnya.

Menurut politikus PDIP ini, masyarakat agar rajin mencuci tangan dengan sabun, disiplin physical distancing dan tetap berada di rumah.

Termasuk, meminta masyarakat agar menjaga jarak minimal 1 meter dan menghindari setiap kerumunan.

Satlantas Polres Purwakarta Berikan Pelatihan dan Uang Saku untuk Sopir dan Ojek Pangkalan

Perilaku tersebut penting dilakukan, karena penyebaran Covid-19 ini bisa menular ke siapa saja tanpa memandang status sosial.

"Virus ini bisa menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Jika kita tidak mencegah, bukan tidak mungkin kita bisa terpapar oleh virus mematikan tersebut," kata Ketua DPRD tersebut.

Mantan birokrat Majalengka ini menambahkan, melihat kesadaran warga menggunakan masker sebagai Alat Pelindung Diri (APD) dianggap masih rendah.

Cara Dapat Cashbak 50 Persen dari Pertamina, Buat Driver Ojol yang Beli BBM, Ini Petunjuk Mudahnya

Padahal, pemerintah sudah mewajibkan seluruh warga mengenakan masker, apalagi ketika keluar rumah guna mencegah penularan virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.

"Kami dari legislatif mendukung eksekutif mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan Covid-19, dan itu telah kita setujui untuk tahap I dengan menggelontorkan anggaran kurang lebih Rp 23 miliar," jelas legislator asal Kecamatan Palasah itu.

Viral, Warga Tasik Posting Foto Nenek Ditukar Tambah Motor, Kini Dia Minta Maaf di Kantor Polisi

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved