Virus Corona di Jabar

Kota Bandung Belum Laksanakan PSBB, Warga Pertanyakan Penanganan Virus Corona

Warga Kota Bandung menilai Pemerintah Kota Bandung lamban dalam mengambil kebijakan untuk mencegah penyebaran virus corona.

TRIBUN JABAR/TIAH SM
WALI Kota Bandung, Oded M Danial, melihat Puskesmas Garuda di Jalan Dadali Nomor 81 Kecamatan Andir, Kota Bandung, Selasa (7/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kota Bandung menilai Pemerintah Kota Bandung lamban dalam mengambil kebijakan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kebijakan Wali Kota Bandung, Oded M Danial, yang belum berencana mengambil langkah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pun dipertanyakan warga.

Sebab, saat ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan pasien positif di Kota Bandung terus bertambah setiap harinya.

Bawaslu Kuningan Gelar Kegiatan Donor Darah dan Bagikan Masker dalam Rangka Peringatan Harlah

Berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 Kota Bandung, hingga Kamis 9 April 2020, pukul 13.00 WIB, total pasien Covid-19 sudah mencapai 62 orang.

Sebanyak 36 di antaranya masih dirawat, delapan orang sembuh, dan 18 orang lainnya meninggal.

Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 264 orang, 143 di antaranya masih dirawat serta 121 pulang.

Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 2.048 orang, 733 di antaranya masih dipantau dan 1.315 orang selesai dipantau.

Jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah setiap harinya.

Kholid (26), warga Jalan Caringin Gang Porib 1, RT/RW 01/02 Kecamatan Babakan Ciparay, Kota bandung mengatakan, Pemkot Bandung harusnya mengeluarkan kebijakan yang lebih tegas untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Dua kebijakan berupa surat edaran yang dikeluarkan Oded, kata dia, belum efektif. Sebab, saat ini masyarakat mulai kembali beraktivitas seperti biasa.

"Sekarang jalanan masih banyak yang berlalu lalang seperti biasa, kalau seperti ini saya yakin angka penyebaran virus akan terus naik, imbauan untuk tetap di rumah saja kan cuma imbauan, bisa dipatuhi bisa tidak, jangan salahkan mereka yang tidak patuh karena ada yang harus mencari nafkah. Saya harapkan pemerintah hadir memberikan solusi bagi masyarakat, jangan sebatas imbauan saja," ujar Kholid, saat dihubungi, Kamis (9/4/2020).

Bingung Cari Kegiatan di Rumah? Bercocok Tanam Seperti Nadine Chandrawinata Bisa Ditiru

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved