Kamis, 9 April 2026

Masa Lockdown Berakhir, Kota Wuhan Merayakannya dengan Pesta yang Spektakuler

Orang-orang telah diizinkan untuk masuk dan pergi dengan syarat membawa handphone yang didukung oleh aplikasi pelacakan data dan pengawasan.

Editor: Yongky Yulius
Sky News
Kota Wuhan merayakan dibukanya kembali kota itu setelah penguncian selama dua bulan dengan pesta spektakuler. 

TRIBUNJABAR.ID - China kini resmi mengakhiri aturan 'lockdown' akibat virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei.

Kota yang sebelumnya telah mengalami total penguncian selama 11 minggu, setelah menjadi pusat berkembangnya virus yang saat ini menjadi krisis global Covid-19.

Mengutip dari Sky News, Pihak berwenang setempat mulai mengizinkan 11 juta penduduknya untuk keluar masuk kota.

Orang-orang telah diizinkan untuk masuk dan pergi dengan syarat membawa handphone yang didukung oleh aplikasi pelacakan data dan pengawasan dari pemerintah.

Aplikasi itu berfungsi untuk menunjukkan jika mereka sehat dan belum melakukan kontak dengan siapa pun yang terinfeksi.

Kota Wuhan merayakan dibukanya kembali kota itu setelah penguncian akibat wabah corona selama dua bulan dengan pesta spektakuler.
Kota Wuhan merayakan dibukanya kembali kota itu setelah penguncian akibat wabah corona selama dua bulan dengan pesta spektakuler. (Sky News)

Sebuah pertunjukan cahaya di kedua sisi sungai Yangtze menandai dibukanya kembali kota itu.

Didukung dengan gedung pencakar langit dan jembatan yang memancarkan gambar animasi dari petugas kesehatan yang merawat pasien.

"Kota Heroik" merupakan sebuah gelar yang dianugerahkan di Wuhan oleh presiden dan pemimpin Partai Komunis Xi Jinping.

Di sepanjang danau dan jembatan, orang-orang melambaikan bendera, meneriakkan, "Wuhan, ayo pergi!" dan menyanyikan lagu capella lagu kebangsaan Cina.

Kota Wuhan merayakan dibukanya kembali kota itu setelah penguncian akibat wabah corona selama dua bulan dengan pesta spektakuler.
Kota Wuhan merayakan dibukanya kembali kota itu setelah penguncian akibat wabah corona selama dua bulan dengan pesta spektakuler. (Sky News)

"Saya belum berada di luar selama lebih dari 70 hari," kata seorang warga bernama Tong Zhengkun yang emosional saat menonton monitor dari jembatan.

Dia mengatakan seluruh kompleks apartemennya ditutup ketika sesama warga dinyatakan positif COVID-19.

Itu berarti dia tidak diizinkan keluar, bahkan hanya untuk sekadar membeli bahan makanan (sudah tersedia di depan pintu -red).

"Di dalam ruangan begitu lama membuatku gila," katanya.

Tidak lama setelah peraturan baru itu diberlakukan, lalu lintas mulai bergerak cepat melalui jembatan, terowongan, dan pintu tol-tol yang dibuka kembali.

Sementara ratusan orang menunggu kereta pertama dan penerbangan keluar kota untuk kembali ke pekerjaannya di tempat lain.

Wabah virus corona di China telah berangsur-angsur membaik.

Mereka telah resmi mencatat angka terinfeksi corona sebanyak 82.000 dan 3.300 kematian.

Ilustrasi petugas medis membentangkan bendera China - Untuk Pertama Kalinya, Tidak Ada Kasus Virus Corona Baru yang Dilaporkan di Wuhan
Ilustrasi petugas medis membentangkan bendera China - Untuk Pertama Kalinya, Tidak Ada Kasus Virus Corona Baru yang Dilaporkan di Wuhan (The Star)

Angka tersebut berkurang secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir karena jumlah infeksi baru turun.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved