Di Jabar, DBD Lebih Banyak Renggut Korban daripada Covid-19
Di tengah penanggulangan Covid-19, masyarakat Jawa Barat diminta untuk mewaspadai juga penyakit demam berdarah dengue (DBD)
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di tengah penanggulangan Covid-19, masyarakat Jawa Barat diminta untuk mewaspadai juga penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang jumlah kasusnya biasa meningkat pada musim hujan dan pancaroba.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani, mengatakan tercatat 6.259 penderita DBD di Jawa Barat selama 2020.
Dari total tersebut, pada Januari terdapat 1.965 penderita, Februari 2.080 penderita, Maret 1.875 penderita, dan minggu pertama April sebanyak tercatat 339 penderita.
• Pasca Tiga Warga Terserang DBD, Lingkungan di RW 09 Cipamokolan Kota Bandung Langsung Di- Fogging
• Awal Mula Andrea Dian Sempat Didiagnosis DBD Kemudian Dinyatakan Positif Terjangkit Virus Corona
"Untuk kasus kematian pada Januari itu 20 orang, Februari 12 orang, dan Maret 1 orang, sehingga total kematian DBD di Jabar sebanyak 33 orang," ujar Berli melalui ponsel, Rabu (8/4/2020).
Angka DBD di Jawa Barat ini, katanya, melebihi kasus Covid-19. Berli mengatakan jumlah kasus positif Covid-19 di Jabar sendiri mencapai 343 kasus dengan jumlah 29 kasus kematian dan 17 pasien dinyatakan sembuh.
Berli mengatakan, di tengah situasi wabah Covid-19, dinas kesehatan baik tingkat provinsi maupun kabupaten kota tetap bekerja sebagai satu tim dan satu kesisteman, tanpa membedakan penyakit.
"Tidak bisa dibagi-bagi karena orangnya juga terbatas. Sambil menanggulangi Covid- 19 sekalian melakukan Penanggulangan DBD. Alhamdulillaah sejauh ini bisa tertangani semua karena bekerja dengan prosedur operasi standar dan penggunaan teknologi informasi," katanya.
Keberhasilan pengendalian penyakit di Jabar, kata dia, baru akan terwujud jika masyarakat berkontribusi aktif. Misalnya untuk pencegahan DBD, masyarakat menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk Mandiri dengan 3M plus.
3M plus akni menguras, menyikat, dan menutup tempat penampungan air, mendaur ulang dan menggunakan kembali barang bekas, sampai menggunakan obat antinyamuk dan menanam tanama pengusir nyamuk.
Untuk menanggulangi Covid-19, masyarakat harus menerapkan physical distancing, menggunakan masker kain saat terpaksa bepergian, melakukan pola hidup bersih dan sehat, dan segera menghubungi petugas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala DBD maupun Covid-19.
• Lima Daerah di Jabar Ajukan PSBB Hari Ini, Apakah Temasuk Daerah Tempat Tinggal Anda?
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk seiring dengan jumlah kasus DBD yang mulai meningkat di awal tahun.
"Sudah diingatkan terkait masalah penyakit yang musim hujan, pemerintah sudah mengimbau untuk lakukan PSN. Kadang-kadang berita DBD kalah dengan Covid-19, padahal fatality DBD lebih tinggi daripada Covid-19," ujar Gubernur.
Gubernur pun meminta pihak-pihak terkait untuk memonitor kasus DBD di Jabar dan masyarakat pun diimbau untuk aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (Sam)