3 Lansia di Sukabumi Tertipu Petugas Pendata Penerima Bansos Virus Corona Palsu, Emas Raib Digondol
Seorang korban, Tajudin (97), mengatakan modus pelaku menghipnotis warga dengan memanfaatkan situasi di tengah pandemi corona.
Laporan Kontibutor Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Tindak kejahatan diduga terjadi memanfaatkan momen pendataan bantuan sosial (bansos) dan ekonomi dari Gubernur Jawa Barat akibat dampak virus corona.
Akibatnya, tiga orang lanjut usia di Ibu Kota Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, diduga kena tipu oknum yang mengaku petugas dari Kantor Kecamatan Palabuhanratu.
Mereka berasal dari RT 01 RW 04 Kampung Rancabungur, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu.
Seorang korban, Tajudin (97), mengatakan modus pelaku menghipnotis warga dengan memanfaatkan situasi di tengah pandemi corona.
Pelaku mengaku dari Kantor Kecamatan Palabuhanratu yang mendata warga untuk menerima bantuan dari camat Palabuhanratu sebesar Rp 600 ribu.
"Kejadian hari Sabtu (4/4/2020) lalu sekitar pukul 12.00 WIB. Ada dua orang tidak dikenal datang ke rumah menawarkan bantuan untuk mendapatkan uang Rp 600 ribu dari Pak Camat Palabuhanratu," ungkap Tajudin di kediamannya, Selasa (7/4/2020).
Selain mengelabui Tajudin, kedua pelaku juga menipu istrinya, Aisyah (75), dan tetangganya bernama Nensih (60).
Akibatnya, perhiasan keduanya raib dibawa kabur pelaku.
"Dua orang itu datang ke rumah dan mengajak ngobrol. Dia bilang ada santunan dari pak camat, saya juga sudah bilang kalau saya sudah didata untuk dapat bantuan dari gubernur. Tapi mereka terus memaksa dan menyuruh kami untuk tidak bicarakan soal bantuan ini kepada warga lain," kata Tajudin.
Tajudin menjelaskan, dua orang tersebut sempat mengambil gambar beberapa bagian rumahnya sebagai dokumentasi.
Selain itu, mereka juga meminta Aisyah dan Nensih untuk melepaskan perhiasan yang dipakai.
“Mereka minta perhiasan dicopot, jangan dipakai karena akan disangka orang kaya, katanya. Perhiasan saya simpan di rak tv. Setelah itu, mereka mengajak kami bertemu pak camat yang katanya menunggu di jalan,” ucapnya.
Masih kata Tajudin, dia terburu-buru dan meminta istrinya ganti baju untuk menuruti ajakan pelaku menemui camat di jalan.
Saat dia keluar rumah dan pintu sudah dikunci, Tajudin sadar perhiasan yang disimpan istrinya di rak tv telah raib.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/korban-penipuan.jpg)