Kamis, 9 April 2026

Pemkab Sukabumi Fasilitasi Rapid TesT kepada Wartawan, Ini Hasilnya

Bupati Sukabumi mengatakan wartawan masuk kategori orang dalam risiko karena bekerja di lapangan dan bertemu dengan sejumlah orang.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Giri
TRIBUN JABAR/M RIZAL JALALUDIN
WARTAWAN menjalani rapid test di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (6/4/2020). 

Laporan Kotributor Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Puluhan jurnalis di Kabupaten Sukabumi lakukan rapid test yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Gedung Pendopo, Senin (6/4/2020).

Rapid test dilakukan karena wartawan masih turut di lapangan, di antaranya meliput di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, mengatakan wartawan masuk kategori orang dalam risiko (ODR) karena bekerja di lapangan dan bertemu dengan sejumlah orang.

"Sehingga perlu dites. Apalagi di tengah pandemi Covid-19," ujar Marwan.

Sebelum melakukan rapid test, wartawan memperoleh masker dari Marwan.

Marwan pun berkali-kali mengingatkan jurnalis untuk menerapkan social distancing ketika meliput di lapangan.

"Rapid test yang dilakukan ini sebagai bentuk impelementasi edaran Dewan Pers terkait posisi jurnalis yang saat ini memiliki peranan sangat penting dalam menginformasikan dan memberikan masukan seputar penanggulangan Covid-19 di wilayah," kata Marwan.

Selain memfasilitasi rapid test bagi awak media, Marwan juga akan membuat kartu khusus rujukan bagi jurnalis yang akan mendapatkan layanan kesehatan gratis di puskesmas hingga rumah sakit daerah.

"Teman-teman bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis selama masa pandemi Covid-19, bisa di RSUD Palabuhanratu atau di RSUD Sekarwangi. Bisa juga di puskesmas," ucapnya.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi, Raya Apit Haeruman, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang telah memfasilitasi jurnalis di Sukabumi melakukan rapid test.

"Karena kami memang sangat rentan dan bahkan bisa saja terpapar Covid-19 ini. Selain tugas kami yang harus memberikan informasi ke publik harus langsung ke TKP, khususnya buat rekan televisi, karena kami butuh visual. Alhamdulillah setelah rekan-rekan tadi yang hadir dalam jumpa pers di pendopo, kemudian mengikuti rapid test, seluruhnya negatif," kata Apit.

Dia berharap wartawan lain yang belum ikut rapid test, bisa mengikutinya.

Ketua Sukabumi Jurnalis Forum (SJF), Toni Kamajaya, juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkab Sukabumi.

"Intinya pemda merespons imbauan Dewan Pers, terutama Sukabumi. Dengan adanya rapid test sangat disambut baik oleh jurnalis karena kami bisa tahu kondisi terpapar virus corona atau tidak. Paling tidak rapid test bisa jadi pedoman untuk melakukan peliputan ke depan seperti apa," ucapnya

Ada sekitar 30 jurnalis yang ada di Sukabumi melakukan rapid test di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi.

Anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi Herdy Somantri memastikan hasil rapid test para jurnalias dinyatakan negatif.

"Alhamdulillah negatif semua," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved