VIDEO-120 Narapidana di Indramayu Mendapat Asimilasi dan Dibagi Jadi Dua Gelombang

Pemberian asimilasi para narapidana itu sesuai dengan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi...

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kebijakan program asimilasi Kementerian Hukum dan HAM yang membebaskan 30 ribu narapidana lebih cepat dari masa

tahanan turut dirasakan para narapidana di Lapas Kelas II B Indramayu.

Pembebasan itu menyikapi keadaan darurat pandemi virus korona yang dikhawatirkan menyebar di kalangan narapidana karena kondisi sel yang overload atau melebihi kapasitas.

Kasi Binadik dan Giatja Lapas Kelas II B Indramayu, Alex Eko Santosa, mengatakan, sebanyak 120 narapidana yang mendapat asimilasi tersebut dibagi menjadi dua gelombang.

Rinciannya, sebanyak 12 narapidana pada gelombong pertama dan 108 narapidana di gelombang kedua.

"Dari total 640 narapidana, 12 narapidana diberikan asimilasi yang dilakukan pada hari ini. Sebanyak 108 narapidana menunggu tanda tangan kalapas antara sore atau besok

harinya baru bebas," ujar Alex, Kamis (2/4/2020).

Dia menyampaikan untuk 108 orang yang masuk dalam gelombang kedua itu, 18 di antaranya masih menjalani subsider dan 90 lagi sudah tidak menjalani.

"Kalau mereka yang mendapat masa asimilasi dengan masih menjalani subsider, kami berkoordinasi dengan Kejaksaan dan nanti tahap pengawasannya dari Kejaksaan dan

pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas)," ujar dia.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved