Virus Corona di Jabar

Tiga Hari Dibuka, 1.300 Orang Mendaftar Jadi Relawan Penanggulangan Covid-19 di Jabar

Tiga hari dibuka, sudah ada 1.300 orang yang mendaftar untuk jadi relawan.

Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat ( Pikobar) resmi beroperasi di Command Center Gedung B, Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020). 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka rekrutmen relawan medis dan nonmedis untuk ditugaskan dalam sejumlah posisi dalam mengatasi penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.
Pemprov Jabar pun membuka pintu donasi kepada masyarakat untuk ikut berperan membantu pemerintah memerangi virus corona.
 
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jabar, Setiaji, mengatakan melalui aplikasi Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat) pihaknya membuka rekrutmen relawan medis dan nonmedis serta mengumpulkan donasi untuk penanganan Covid-19 di Jabar.

Sejak pendaftaran relawan dibuka 30 Maret 2020, Setiaji mengatakan sudah ada sekitar 1.300 orang yang mendaftarkan diri untuk menjadi relawan di periode project 30 Maret hingga 29 Mei 2020.

"Dan hari ini kami sudah menugaskan beberapa orang relawan yang sudah terpilih untuk membantu kelangsungan kegiatan tes masif di Bandung," ujar Setiaji di Kota Bandung, Kamis (2/4).

Adapun formasi relawan medis yang dibutuhkan adalah surveilans, perawat, dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru, dokter umum, laborat atau analis, dan phlebotomist atau pengambil spesimen.

Sementara kebutuhan relawan nonmedis terdiri dari UI/UX designer, media dan publikasi, runner, tim logistik, public health policy researcher, public policy researcher, data entry, back end developer, front end developer, hingga product manager.

Warga Jabar maupun luar Jabar yang tertarik pun bisa melihat detail tugas, kriteria relawan, metode briefing, hingga perlengkapan relawan di keterangan masing-masing formasi.
Bagi masyarakat difabel, tetap bisa mendaftarkan diri di posisi yang memungkinkan.

Setiaji menambahkan formasi relawan tersebut ditentukan sesuai kebutuhan pembuatan sistem atau aplikasi maupun kebutuhan di lapangan.
Masih akan berkembang dari waktu ke waktu, katanya, mengingat luasnya wilayah Jawa Barat yang harus ditangani.

Ia menambahkan dua tahap rekrutmen yakni pengisian formulir (screening) dan wawancara dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat.
Nantinya, relawan yang tergabung akan mendapatkan sertifikat tanda kontribusi.

"Saat ini wabah Covid-19 menjadi sebuah permasalahan bersama, tidak hanya menjadi sebuah permasalahan di daerah apalagi Jawa Barat. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama dan keterlibatan semua pihak baik pemerintah pusat, daerah juga masyakarat," ucap Setiaji.

Harapannya dengan rekrutmen ini, ujar Setiaji, pihaknya bisa mengajak masyarakat untuk bahu-membahu bersama pemerintah untuk dapat menanggulangi wabah ini.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved