Kamis, 23 April 2026

Warga Keluhkan Jalan Penghubung Dua Desa di Majalengka, Belum Juga Diperbaiki

Warga yang bertempat tinggal di Blok Cibodas, Desa Cibodas, Majalengka mengeluhkan belum adanya perbaikan jalan yang kondisinya saat ini terputus.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Kondisi terkini jalan yang menghubungkan dua desa di Desa Cibodas, Kecamatan/Kabupaten Majalengka putus terkena abrasi sungai. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Warga yang bertempat tinggal di Blok Cibodas, Desa Cibodas, Kecamatan/Kabupaten Majalengka mengeluhkan belum adanya perbaikan jalan yang kondisinya saat ini terputus.

Jalan itu merupakan jalan utama yang menghubungkan Desa Cibodas, Kecamatan Majalengka dan Desa Nunuk, Kecamatan Maja.

Saat Januari 2020 lalu, telah terjadi abrasi sungai Cibodas yang mengakibatkan terkikisnya jalan.

Pandemi Covid-19, DPRD Majalengka Agendakan Rapat Paripurna Online

Akibatnya, saat ini seluruh kendaraan baik roda dua mupun empat tidak dapat melintasi area tersebut.

Salah satu warga yang rumahnya persis di bibir sungai, Supriani (44) mengatakan semenjak meluapnya sungai Cibodas akibat hujan deras yang terjadi, mengakibatkan terputusnya jalan dan membuat aktivitas warga terganggu.

Para warga terpaksa memutar melewati jalan desa yang diperkirakan akan menempuh waktu perjalanan lebih lama.

"Kejadiannya kan Januari kemarin, semakin ke sini semakin parah. Kejadian pertama itu hanya sebagian jalan saja yang rusak, tapi sekarang makin parah dan berlubang cukup besar," ujar Supriani saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/4/2020).

Ibu empat anak itu menceritakan, saat hujan terjadi dengan intensitas besar terutama saat malam hari, ia terpaksa mencari tempat yang lebih aman.

Hal itu demikian, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat rumahnya yang hanya berjarak beberapa centimeter dari bibir sungai.

Bahkan, pintu kamar mandinya ketika dibuka langsung mengarah ke bibir sungai tersebut.

"Pastinya mengungsi ke tempat yang lebih aman, entah ke rumah tetangga, manfaatkan kelas sekolah atau ke balai desa," ucapnya.

"Waktu pertama kali juga, rumah saya berjarak 7 meter dari bibir sungai, sekarang mah 1 meter saja tidak ada," kata Supriani.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Ade (48) dirinya yang sudah puluhan tahun tinggal di Desa Cibodas mengeluhkan bahwa pihak terkait yang bertanggung jawab soal jalan tersebut dianggap lelet.

Disampaikannya, jalan yang menghubungkan dua desa ini merupakan kebutuhan masyarakat yang vital.

Mengingat, banyaknya warga dari dua desa tersebut memiliki sawah sebagai mata pencaharian mereka.

"Kasihan para petani yang setiap hari bolak-balik ke Cibodas atau Nunuk, harus memutar dan itu lebih jauh. Semoga cepat diperbaiki," jelas dia.

Ia pun berharap pemerintah segera menangani dan menindak lanjuti jalan sebagai akses utama warga tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved