Cegah Penyebaran Virus Corona di Penjara, 13.430 Napi Dibebaskan Hari Ini

Mencegah penularan virus corona di dalam penjara, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengeluarkan sejumlah narapidana.

Pixabay.com
Ilustrasi. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Mencegah penularan virus corona di dalam penjara, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengeluarkan sejumlah narapidana.

Pada Rabu (1/4/2020), ada 13.430 dari 30.000 narapidana telah keluar dari penjara.

"Mulai dari tadi pagi hingga sore ini tercatat sudah 13.430 (warga binaan di) seluruh Indonesia yang keluar," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Nugroho dalam konferensi pers, Rabu sore.

Pembebasan Tagihan dan Diskon Listrik Bertahap Mulai Hari Ini, Pelanggan Prabayar Dapat Token Gratis

Nugroho menuturkan, sebanyak 9.091 warga binaan keluar melalui program asimilasi sedangkan 4.339 lainnya keluar melalui program integrasi.

Nugroho menargetkan, seluruh narapidana yang jumlahnya sekitar 30.000 orang tersebut sudah bisa keluar dari tahanan maksimal pada tujuh hari ke depan.

"Pesan daripada pimpinan, dari Pak Menteri itu ya bahwa sedapat-dapatnya dalam 7 hari bisa dilaksanakan jadi nanti kurang lebih hari ketujuh teman-teman bisa melihat perkembangan lebih lanjut," kata Nugroho.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia akan mengeluarkan dan membebaskan sekira 30.000 narapidana dan anak-anak dari tahanan dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona atau penyakit Covid-19.

Ketentuan itu diatur dalam Keputusan Menteri Hukum dan HAM bernomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Dua Hari Hujan Deras, Gedebage Kota Bandung Dilanda Banjir Paling Parah, Penanganan Belum Maksimal

Dalam kepmen tersebut, dijelaskan bahwa salah satu pertimbangan dalam membebaskan para tahanan itu adalah tingginya tingkat hunian di lembaga pemasyarakatan, lembaga pembinaan khusus anak, dan rumah tahanan negara sehingga rentan terhadap penyebaran virus Corona.

"Pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi adalah upaya pencegahan dan penyelamatan narapidana dan Anak yang berada di Lembaga Pemasyarakatan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak, dan Rumah Tahanan Negara dari penyebaran Covid-19," bunyi diktum pertama Keputusan Menkumham tersebut.

Wabah Virus Corona, Napi Tindak Pidana Korupsi Tetap di Lapas Sukamiskin

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved