Virus Corona di Jabar
Soal Korban Covid-19 Dimakamkan di Kiarapayung, Bupati Sumedang : Ini Darurat Lain Kali Tidak
Warga Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, yang tinggal tak jauh dari Bumi Perkemahan Kiarapayung
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, yang tinggal tak jauh dari Bumi Perkemahan Kiarapayung menjadi resah, setelah ditemukan satu makam tak dikenal d daerah itu yang lokasinya tak jauh dari pemukiman.
Tak hanya itu, di sekitar lokasi makam juga ditemukan banyak berserakan masker bekas pakai, dan botol minuman sejenis vitamin.
Kabar mengenai makam misterius yang diduga sebagai makam korban meninggal akibat Covid-19 menyebar di antara warga sejak beberapa waktu lalu.
Kabar mengenai makam korban Covid-19 tersebut rupanya dibenarkan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, di Sumedang, Selasa (31/3/2020).
• Rumah Pemain Persib Gian Zola dan Beckham Putra Kebanjiran, Begini Unggahan di Akunnya
"Benar, pada hari Sabtu (28/3) kemarin ada orang meninggal karena Covid-19 dan dimakamkan di area Buper Kiarapayung," ujar Dony di Sumedang , Selasa (31/3/2020).
Dony mengatakan, pemakaman korban Covid-19 di Buper Kiarapayung tersebut benar-benar dalam kondisi darurat.
Pemakaman korban Covid-19 pun, lanjutnya, hanya dilakukan saat itu saja. Untuk berikutnya, apabila ada yang meninggal akibat Covid, Dony mengatakan, wajib dimakamkan di daerah masing-masing.
Instruksi terkait pemakaman korban Covid-19 tersebut, lanjutnya, disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat Video Conference.
• Kabar Terbaru 7 Siswa Setukpa Sukabumi yang Positif Corona, Kini Dirawat di RS Polri Kramat Jati
"Gubernur Jawa Barat menginstruksikan agar tidak ada satu pun daerah kabupaten/kota yang menolak pemakaman orang yang terkena COVID 19," kata Dony.
Dony pun berpesan agar dalam situasi seperti ini, maysarakat tetap kompak dan waspada, tetapi juga berempati.
"Jiwa kemanusiaan kita diuji," ujarnya.