Virus Corona di Jabar
Respons Pengusaha Wisata Kuningan Soal Penerapan Karantina Wilayah Parsial
karantina wilayah parsial dianggap bisa mencegah penyebaran virus corona di perkampungan daerah Kuningan.
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Ripai
TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN– Pemberlakuan karantina wilayah parsial (KWP) disambut baik tokoh masyarakat dan pengusaha wisata di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Pasalnya, karantina wilayah parsial dianggap bisa mencegah penyebaran virus corona di perkampungan daerah Kuningan.
“Penangkalan penyebaran virus corona ini memang harus serius kita lakukan secara bersama,” kata H Abidin, pemilik Kawasan Wisata Curug Landung Kompleks Bumi Perkemahan Palutungan, Kuningan, Selasa (31/3/2020).
Abidin yang mantan Anggota DPRD Kuningan ini mengatakan, karantina wilayah parsial yang merata di setiap desa dan daerah sangat baik sebagai sistem keamanan kampung.
“Karena setiap posko itu ada portal yang pasti memiliki petugas. Nah, ketika orang tak kenal yang akan masuk kampung, otomatis mendapat pengawasan ekstra ketat,” ujarnya.
• Mulai 2 April, Orang Asing Dilarang Masuk atau Transit di Indonesia, Imbas Covid-19
• Jangan Keluyuran Malam, Polres Kuningan Operasi Sosialisasi Karantina Wilayah Parsial Cegah Corona
Diketahui, Abidin telah menutup usahanya sejak ada himbauan pemerintah untuk tidak menyediakan arena berkerumun.
Dia menambahkan, selama pemberlakuan karantina wilayah parsial yang disertai posko pengawasan, idealnya, pemerintah menyediakan alat pelindung diri serta alat medis lain bagi para petugas di posko.
“Semisal alat cek suhu tubuh dan tensi darah,” ujarnya.
Menurutnya, petugas di posko pun diusahakan punya latar belakang ilmu kesehatan.
“Kami melakukan inventaris warga yang memiliki basis pendidikan kesehatan atau dengan cara kerja sama dengan bidang desa,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/spanduk-larangan-masuk-di-kuningan.jpg)