Virus Corona di Jabar
Ini Kata MUI Jabar, Soal Penolakan Pemakaman Jenazah Korban Covid-19
Ini kata MUI Jabar, mengenai penolakan pemakaman jenazah korban Covid-19.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Rafani Achyar saat ditemui di Kantor MUI Jabar Jl RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (28/11/2018).
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyayangkan adanya penolakan pemakaman jenazah positif Covid-19 di Kabupaten Bogor.
Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar mengatakan jenazah yang sudah diurus oleh pihak rumah sakit dan pengurusannya memenuhi Fatwa MUI, tidak seharusnya ditolak oleh masyarakat.
"Itu (penolakan) hanya akan memperuncing kegaduhan sosial di tengah kita yang seharusnya bersama-sama, bergotong royong karena yang harus menangani Covid-19 bukan hanya pemerintah atau petugas tapi semua masyarakat," ujar Rafani, saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).
Menurut Rafani, sikap masyarakat yang menolak jenazah positif Covid-19 karena khawatir terpapar virus itu kurang tepat.
Menurut Rafani, sikap masyarakat yang menolak jenazah positif Covid-19 karena khawatir terpapar virus itu kurang tepat.
Justru, kata Rafani, potensi penyebaran virus bakal semakin besar apabila jenazah tidak segera dimakamkan.
"Jadi kalau ada masyarakat yang menolak dengan alasan takut terpapar ya itu berlebihan, bahkan itu mencerminkan seperti tidak mau bersama-sama menghadapi pandemi ini," katanya.
Rafani mengaku, dari hasil konsultasi dengan ahli kesehatan disebutkan bahwa jenazah positif Covid-19 yang sudah dimakamkan tidak akan terus-terusan menularkan virus tersebut.
Rafani mengaku, dari hasil konsultasi dengan ahli kesehatan disebutkan bahwa jenazah positif Covid-19 yang sudah dimakamkan tidak akan terus-terusan menularkan virus tersebut.
"Kalau sudah dikubur. Ya, sudah. Malah, kalau terlambat dikubur, kemungkinan untuk menularkan kembali itu terbuka sekali," ucapnya.
Sebelumnya di Pemakaman Giri Tama, Kampung Jati, Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, sempat terjadi penolakan pemakaman jenazah positif Covid-19 oleh warga di kampung tersebut karena takut tertular Covid-19 dari jenazah pasien yang semasa hidup tinggal di Kota Depok itu.
KOMENTAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rafani-achyar-1.jpg)