Virus Corona di Jabar

Tanpa Sanak Saudara, Pemakaman Jenazah Dugaan Terpapar Corona di Purwakarta Dilakukan 2 Petugas Saja

Banyak yang menduga meninggalnya pasien berinisial S (79) itu akibat terpapar virus corona lantaran gejala-gejalanya mirip Covid-19 semisal batu

Tribunjababar.id/M Nandri Prilatama
Pemakaman jenazah pasien terduga terinfeksi virus corona di Purwakarta, Senin (30/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Satu warga di Desa Ciwareng, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta, meninggal dunia.

Ia sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta, Senin (30/3/2020).

Banyak yang menduga meninggalnya pasien berinisial S (79)  itu akibat terpapar virus corona lantaran gejala-gejalanya mirip Covid-19, semisal batuk, pilek, dan demam.

Hanya dua jam berada di RS Bayu Asih, sang pasien pun meninggal dunia kemudian dimakamkan.

Dirut RS Bayu Asih, Agung Darwis menanggapi dugaan banyak orang soal pasien yang meninggal itu.

Menurutnya, pasien tersebut terindikasi terpapar virus corona, lantaran mengalami sakit demam, batuk, hingga pilek.

Kota Tasikmalaya Nyatakan Karantina Wilayah Mulai Besok, Angkutan Umum Dilarang Masuk

Update Covid-19 di Purwakarta, ODP Kini Sudah Tersebar di Seluruh Kecamatan

"Iya ada yang meninggal. Dia masuk (sakit) baru sejam dua jam dan meninggal. Tapi, kami tetap lakukan penanganan seperti penanganan Covid-19. Dimakamkannya pun memakai alat pelindung diri (APD) karena mesti sesuai standar operasional prosedur (SOP)," katanya di Kantor Pemda, Senin (30/3/2020).

Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Jabar, suasana sedih dan mengkhawatirkan pun tampak dalam prosesi pemakaman pasien yang meninggal diduga terjangkit corona ini.

Tampak dari foto-foto yang didapatkan Tribun Jabar, terdapat dua petugas berpakaian lengkap alat pelindung diri (APD) seperti astronot yang serba putih ini mengeluarkan keranda jenazah dari mobil jenazah dan kemudian menggotongnya ke area pemakaman.

Tidak ada warga setempat atau sanak saudara maupun kerabat orang meninggal itu yang berdatangan mendekat.

Kedua petugas itu dengan perlahan-lahan menggotong dan membawa jenazah dekat ke liang lahat.

Suasana hening pun tampak saat pemakaman ini. Tak hanya itu, terlihat pula jenazah terbungkus oleh plastik berwarna orange setelah petugas membuka kain keranda.

Dengan adanya kasus pasien yang terindikasi terpapar Covid-19 ini, Agung Darwis pun mengajak warga masyarakat untuk tidak menolak warga yang nantinya meninggal karena corona.

"Kami justru imbau warga untuk tidak menolak, sebab bisa saja itu bukan karena Covid-19," katanya seraya menegaskan hingga saat ini Purwakarta belum masuk dalam transmisi lokal atau penyebaran antarmanusia yang terjadi dalam satu wilayah.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved