Ciamis Lockdown

Ciamis Akhirnya Lockdown Mulai Selasa, Setelah 4.200 Pemudik dari Zona Merah Pulang Kampung

Menyusul terjadinya gelombang pemudik dalam tiga hari terakhir, sehingga khawatir terjadi ledakan kasus Covid-19

Istimewa
Polres Ciamis dengan menggunakan mobil water canon Rabu (25/3) siang menyemprot jalan protokol dalam kota Ciamis dengan cairan disinfektan. Petugas juga membagi-bagikan masker untuk warga dan pengguna jalan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Menyusul terjadinya gelombang pemudik dalam tiga hari terakhir, sehingga khawatir terjadi ledakan kasus Covid-19, Bupati Ciamis akhirnya mengambil kebijakan local  lockdown terbatas. Karantina terbatas tersebut mulai Selasa (31/3/2020).

Keputusan memberlakukan lockdown terbatas tersebut disampaikan langsung oleh  Bupati  Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM yang didampingi Wabup Yana D Putra, Ketua DPRD Ciamis H Nanang Permana SH,  Kapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putra, Dandim 0613 Letkol Arm Tri Arto Subagio, Kadinkes dr Yoyo M,Kes, Kadishub Drs Endang Sutrisna, Tim Gugus Tugas Percepatan  Penanganan Covid-19 di halaman  Pendopo Gedung Negara Ciamis, Minggu (29/3/2020) siang.

Menurut Bupati Herdiat dalam tiga hari terakhir terjadi lonjakan luar biasa kedatangan pemudik dari daerah zona merah. Totalnya mencapai 4.200 orang dan tersebar ke sejumlah kecamatan di Ciamis.

Imbauan untuk tidak mudik bagi perantau dari daerah terpapar Covid-19 (zona merah) tidak terlalu diindahkan. Sehingga terjadi lonjakan luar biasa kedatangan pemudik ke Ciamis. Sehingga perlu dilakukan penyekatan wilayah dan karantina terbatas (lockdown local).

Di Tengah Ancaman Virus Corona, 85 Karyawan CV Medal Jaya di Cianjur Tak Digaji

Bila tidak dilakukan upaya penyekatan wilayah (lockdown terbatas) dikhawatirkan terjadi ledakan kasus Covid-19.    

Akan dilakukan penjagaan ketat di daerah perbatasan pintu masuk Ciamis oleh petugas gabungan  diharapkan kedatangan pemudik tidak terus bertambah.

Terhitung mulai Selasa (31/3) pintu masuk Ciamis di daerah perbatasan akan dijaga tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, ASN serta petugas medis yang akan melakukan sweeping.

“Bagi perantau, bila tidak terlalu mendesak, dan tidak terlalu penting. Tetap disarankan untuk tidak pulang ke Ciamis. Semuanya untuk menghindari kemungkinan terbawanya virus corona ke Ciamis. Kalau memang sayang keluarga dan orang tua di kampong, lebih baik tidak mudik,” ujar Bupati Herdiat.

Bagi pemudik yang sudah terlanjur pulang ke Ciamis terutama yang berasal dari daerah zona merah  menurut Bupati Herdiat otomatis berstatus orang dalam pemantauan (ODP), langsung melakukan isolasi mandiri, berdiam diri di rumah. Dan terdata.

Halaman
12
Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved