Dinkes Indramayu Sebut PDP Covid-19 yang Meninggal Belum Sempat di Tes Swab

Dinkes Kabupaten Indramayu belum sempat melakukan tes swab terhadap pasien berinisial T (48) yang meninggal dunia di RS Mitra Plumbon Indramayu.

Dinkes Indramayu Sebut PDP Covid-19 yang Meninggal Belum Sempat di Tes Swab
Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19, Deden Bonni Koswara. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu belum sempat melakukan tes swab terhadap pasien berinisial T (48) yang meninggal dunia di RS Mitra Plumbon Indramayu.

Pasien tersebut diketahui masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 dan meninggal pada pada Selasa (24/3/2020) pukul 11.40 WIB.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19, Deden Bonni Koswara mengatakan, saat ini jenazah sudah dibawa oleh pihak keluarga untuk dikremasi.

Pemantauan Pekerja Migran yang Pulang ke Tanah Air Masih Jadi Persoalan di Indramayu

Sehingga status pasien apakah positif atau negatif virus corona belum dapat dipastikan.

"Pasien tersebut datang ke IGD RS Mitra Plumbon Indramayu pada hari Senin, 23 Maret 2020 pukul 16.25 WIB," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (26/3/2020).

Ia mengeluhkan panas, batuk berdahak, pilek dan sesak nafas, nyeri kepala, dan nyeri seluruh badan.

UPDATE Kasus Virus Corona di Indramayu, PDP 14 Orang dan ODP 130 Orang

Mengacu pada pedoman yang dikeluarkan oleh Kemenkes, dengan adanya gejala tersebut maka orang itu ditetapkan sebagai PDP (pasien dalam pengawasan).

Akan tetapi sembari menunggu proses rujukan pasien tersebut mengalami sesak napas berat hingga membuatnya meninggal dunia.

"Untuk pemeriksaan swab belum dilakukan karena menunggu pasien berada di  RSUD Indramayu yang sudah mampu mengambil sampel baik secara SDM maupun alatnya tapi saat dalam proses rujukan pasien sudah meninggal," ujar dia.

VIDEO-2 Pria Pemeran Video Vina Garut Divonis 2 Tahun 9 Bulan Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Deden menambahkan, untuk mengantisipasi kelanjutan dari kejadian tersebut selanjutnya tim surveillance dari Dinas Kesehatan sudah melakukan penelusuran dan pemantauan terhadap keluarga maupun karyawan pasien tersebut selama 14 hari kedepan.

Selain penelusuran dan pemantauan, Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu juga akan mengambil langkah-langkah lanjutan sesuai dengan protap yang sudah ditetapkan oleh Kemenkes.

Ridwan Kamil Apresiasi Kapolda Jabar yang Cepat Telusuri Peserta Empat Klaster Penyebaran Covid-19

Tidak hanya, Deden Bonni Koswara mengakui, saat ini pihaknya tengah melakukan simulasi membuka perawatan baru jika bed atau tempat tidur di ruang isolasi yang disediakan penuh.

Rencananya ruang Cengkir 1 dan Cengkir 2 akan disiapkan menunjang simulasi tersebut dengan total bed sebanyak 22 unit dan 23 unit di masing-masing ruangan.

"Kita juga berkoordinasi dengan rumah sakit dalam wilayah Indramayu maupun di luar Indramayu jika di sini tidak mampu menangani," ucapnya.

Ridwan Kamil Apresiasi Kapolda Jabar yang Cepat Telusuri Peserta Empat Klaster Penyebaran Covid-19

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved