Tangani Virus Corona, Pemkab Indramayu Anggarkan Rp 14 Miliar, Sebut Sulit Cari APD

Pemerintah Kabupaten Indramayu menganggarkan anggaran sebesar Rp 14 miliar untuk penanganan virus corona atau Covid-19.

Tangani Virus Corona, Pemkab Indramayu Anggarkan Rp 14 Miliar, Sebut Sulit Cari APD
TribunCirebon/Handhika Rahman
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara. 

Laporan Wartawan TribunCirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu menganggarkan anggaran sebesar Rp 14 miliar untuk penanganan virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, saat ditemui TribunCirebon.com di ruangannya, Selasa (24/3/2020).

Deden Bonni Koswara, mengatakan persoalan yang paling mendasar dihadapi oleh Pemkab Indramayu dalam penanganan virus corona ini adalah kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) di rumah sakit.

"APD itu dia, uangnya kita ada tapi sulit belinya dimana," ujar dia kepada TribunCirebon.com.

Wabah Virus Corona Mereda, China Cabut Lockdown di Wuhan 8 April, Warga Boleh ke Luar Kota

Dirinya menjelaskan, kekurangan APD ini pun sudah menjadi permasalahan nasional.

Pasalnya, seluruh pemerintah di berbagai daerah lainnya di Indonesia juga mengalami hal serupa.

"Karena di seluruh Indonesia juga mencari, jadi bingung juga, masker juga sudah langka," ujar dia.

Kekurangan APD ini juga menimbulkan ketakutan sendiri bagi para tenaga kesehatan di Kabupaten Indramayu.

Meski sejauh ini tidak ditemukan adanya pasien yang positif virus corona di Kabupaten Indramayu. Namun, APD ini tetap dinilai sangat penting dan tidak bisa diabaikan guna keselamatan para tenaga medis.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Indramayu pada hari ini menerima bantuan sebanyak 500 APD untuk RSUD Indramayu dan sebanyak 50 APD untuk RSUD Pantura MA Sentot Patrol.

Bantuan tersebut diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kendati demikian, penerimaan APD ini dinilai masih sangat minim karena jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Indramayu cenderung terus meningkat.

"Masih kurang, kebutuhan itu 25-30 per hari, kalau 30x14 sekitar 420 set, Itu dalam siklus 14 hari belum siklus-siklus pasien yang lainnya," ujar dia.

HEBOH Kabar Warga Meninggal Diurus Seperti Korban Corona di RS SMC Tasik, DPRD Cek Kepastiannya

Total 55 Pasien di Indonesia Meninggal Akibat Virus Corona

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved