Breaking News:

Dukun Cabul di Tasik

Antar Anak ke Polisi Laporan Dicabuli Dukun, Ibu di Tasik Ini Juga Akhirnya Lapor, Sama Jadi Korban

Awalnya B hanya mengantar anaknya ke polisi untuk melapor dicabuli dukun. Ternyata B ikut laporan. Sama-sama jadi korban.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
tribunjabar/firman suryaman
Tersangka UJ (55) diperiksa Unit PPA, Selasa (24/3/2020) dini hari. 
TRIBUNJABAR.ID, TASIMALAYA - Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto, mengungkapkan, kasus dukun cabul yang korbannya ibu dan anak, awalnya hanya berupa pengaduan sang anak. 
 
"Namun kemudian sang ibu yang mengantar anaknya melapor ke Mapolres, buka mulut bahwa ia juga telah jadi korban tersangka UJ, si dukun cabul," kata Kapolres, melalui Kasatreskrim, AKP Yusuf Ruhiman, di Mapolres, Selasa (24/3/2020) siang.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, polisi mendapat laporan warga telah terjadi dugaan asusila yang dilakukan UJ (55), yang mengaku sebagai orang pintar.
Korbannya ibu dan anak yang jadi pasien, B (38) dan M (14).
 
M pun akhirnya secara resmi mengadukan perbuatan UJ ke Polres Tasikmalaya Kota.
Dengan diantar B, sang ibu, dan kerabat dekat, M pun mendatangi Mapolres, Senin (23/3/2020) malam.
 
"Di luar dugaan, saat kami memintai keterangan M, ibu kandungnya pun buka mulut sama-sama telah jadi korban kebejatan UJ. Dia buka mulut karena sudah tak tahan menanggung derita," ujar Yusuf.
 
Dengan adanya pengakuan sang ibu, kata Yusuf, pihaknya pun menyiapkan berkas baru untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut.
Terlebih UJ pun mengakui segala perbuatannya.
 
UJ saat ini ditahan di Mapolres Tasikmalaya Kota dan masih menjalani pemeriksaan.
Dia bakal dikenai pasal berlapis.
Selain UU perindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun juga pasal asusila dalam KUHP.
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved