Satgas Citarum Sektor 9 Cor Saluran Air Pabrik Bandel di Bandung Barat

Pengelola pabrik yang ada di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga saat ini masih ada yang membandel karena kerap membuang limbah sembarangan

istimewa
Dansektor 9 Kolonel Inf Amir Mahmud saat menunjukan air limbah PT Medion, Kamis (19/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Pengelola pabrik yang ada di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga saat ini masih ada yang membandel karena kerap membuang limbah sembarangan hingga mencemari lingkungan.

Hal ini diketahui oleh Satgas Citarum Harum Sektor 9 saat melakukan sidak pada Kamis (19/3/2020) ke PT Medion yang berada di kawasan Cimareme, Kecamatan Ngamprah, KBB, sehingga pabrik ini saluran airnya terpaksa dilakukan pengecoran.

Dansektor 9 Kolonel Inf Amir Mahmud mengatakan, pengecoran itu dilakukan karena pabrik tersebut terbukti telah mencemari lingkungan karena air limbah yang dibuang memiliki ambang batas tinggi.

Social Distancing Mulai Diarahkan untuk 626 Desa Sekitar Citarum dan RW

"Limbah yang dibuang oleh PT Medion itu ke saluran air yang mengalir ke lingkungan warga. Makanya kami cor saluran pembuangannya," ujar Amir melalui keterangan tertulisnya, Jumat (20/3/2020).

Temuan tersebut, kata Amir diketahui setelah pihaknya memeriksa saluran IPAL dan menemukan kondisi air yang keruh, sehingga secara kasat mata bisa dipastikan jika COD dan BOD dalam air limbah tersebut sangat tinggi.

Sebelum dilakukan pengecoran, pihaknya sudah memperingatkan pihak perusahaan agar memperbaiki pengolahan air limbahnya, namun hal tersebut tidak digubris oleh pihak manajemen PT Medion.

"Padahal air limbahnya tidak memenuhi baku mutu yang sudah ditentukan pemerintah," katanya.

Kendati demikian, Amir mengatakan, pihak perusahaan berdalih jika mereka sudah melakukan proses pengolahan limbah dengan benar, dan kondisi airnya memang keruh.

Untuk membuktikannya, Dansektor menyuruh pihak perusahaan untuk menguji Chemical Oxygen Demand (COD) bersama-sama, dengan disaksikan oleh jajaran pihak perusahaan dan Satgas Citarum Harum Sektor 9.

"Setelah tiga jam, ternyata hasil pengujian menunjukkan angka COD-nya 422 dan itu sudah tidak memenuhi baku mutu yang ditentukan pemerintah," ucapnya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved