Minggu, 17 Mei 2026

Pohon Kina di Kabupaten Bamdung Hampir Punah Saat Dibutuhkan

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umbaran, di Kabupaten Bandung memang ada pohon kina

Tayang:
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
ILUSTRASI- luas lahan perkebunan kina yang terus berkurang, termasuk di Kabupaten Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi AM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pohon kina disebut bisa dijadikan bahan obat untuk pencegahan Covid 19, yang kini belum ditemukan obatnya.

Salah satu daerah di Jawa Barat yang terdapat pohon kina yakni Kabupaten Bandung

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umbaran, di Kabupaten Bandung memang ada pohon kina tapi kini jumlahnya tak banyak.

Cegah Virus Corona, Ini yang Dikatakan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

"Dulu di Cikembang (Kertasari) terdapat kebun kina seluas 960 hektar, tapi terus menipis karena dinilai tidak ada nilai ekonominya jadi ganti oleh pohon lain," ujar Tisna, saat ditemui di Kantornya, Kamis .(19/3/2020).

Tisna memaparkan, awal pohon kina banyak ditebang dan digati oleh tanaman lain, sekitar tahun 1988-89 dengan ditemukannya kinin yang memilikk kandungan yang sama, sehingga konsumsi obat dari kina semakin kecil.

"Jadi dari segi bisnis dirasa kurang jadi ditinggal, diganti oleh teh, kopi,  sayuran, dan lainnya," kata dia.

Populasi pohon kina, kata Tisna,  hampir habis walau masih ada, misal di Pusat penelitian teh Dan Kina, Pasir Jambu.

"Jika ditanam paling cepat  6 tahun baru bisa dipanen," kata dia.

P2MS ITB Prediksi Kasus Covid-19 di Indonesia Berkahir Medio April, Jika Ditangani Tepat dan Serius

Menurut Tisna, tidak terlambat jika sekarang serentak kembali ditanam lagi pohon kina, karena itu merupakan pohon endemik di sini.

"Bagus jika bisa menanam pohon kina misal sebanyak 500 ribu pohon di bantaran Sunga Citarum. Siapa tahu setelah selesai kasus korona terdapat virus yang bisa dicegah oleh kina,' ujar dia.

Kalau untuk penanaman masal, kata Tisna, percaya jika PPTK Gambung bisa menyiapkan bibitnya.

"Sebab mudah untuk menyiapkan bibitnya, dengan cara stek pucuk," katanya.

Tisna mengatakan, kalau kina memang masih  ada tapi untuk produksi kayanya sulit, di Kertasari masih ada tapi sedikit.

"Jika penanaman masal dilakukan untuk konsevasinya harus ada sinergitas dari semua pihak," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved