Kantor Imigrasi Karawang Beri Izin Tinggal Keadaan Terpaksa kepada WNA asal China

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang terus mengupayakan sejumlah langkah strategis dalam pencegahan penyebaran virus corona dari WNA

tribunjabar/nandri prilatama
Kantor Imigrasi Karawang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG- Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang terus mengupayakan sejumlah langkah strategis dalam pencegahan penyebaran virus corona dari warga negara asing (WNA) di Karawang dan Purwakarta.

Satu di antaranya adalah memberikan izin tinggal keadaan terpaksa kepada warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikkim) Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang, Yuningsih, menuturkan, pemberian izin tinggal keadaan terpaksa tersebut didasari Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 7 Tahun 2020 tentang pemberian visa dan izin tinggal dalam upaya pencegahan masuknya virus corona.

Dalam regulasi ini, sambungnya, pemberian izin tinggal dalam keadaan terpaksa dilakukan lantaran adanya wabah virus corona yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) dan tidak adanya alat angkut yang membawa keluar wilayah Indonesia ke negara RRT.

"Pemberian izin tinggal keadaan terpaksa diberikan kepada pemegang izin tinggal kunjungan dan izin tinggal terbatas yang masih berlaku dan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," katanya.

Lokasi Wisata Lembang Ditutup, Wisatawan Juga Tak Bisa Masuk ke Pangandaran

Khasiat Air Kunyit Buat Kesehatan, Sering Meminumnya pada Pagi Hari Bisa Mencegah Kanker

Lebih lanjut, Yuningsih menjelaskan, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang juga telah melakukan berbagai upaya preventif untuk mencegah masuknya virus corona di dalam ruang pelayanan paspor maupun ruang pelayanan bagi WNA.

Misalnya, memberikan masker kepada para pemohon dokumen keimigrasian yang sedang sakit dan  penyediaan sabun pencuci tangan dan hand sanitizer di berbagai lokasi pelayanan.

"Kami juga wajibkan seluruh pegawai agar menggunakan masker dan sarung tangan sehingga pelayanan yang diberikan tetap berjalan optimal," ujarnya.

Hingga saat ini, kata Yuningsih, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta, khususnya dengan Dinas Kesehatan setempat.

Menurutnya, ini agar adanya sinergisitas yang dapat memberikan rasa nyaman kepada masyarakat maupun WNA yang berkegiatan serta bertempat tinggal di kedua wilayah tersebut.

"Langkah-langkah kerjasama terus kami lakukan. Kami juga mematuhi setiap SOP maupun instruksi yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi maupun instansi terkait agar masyarakat tidak panik dalam menghadapi wabah penyebaran virus corona ini," katanya. 

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved