Warga Kampung Kepuh Padalarang Resah dengan Bank Emok, Ada yang Rumahnya Nyaris Disita

Pasalnya, mereka kerap menawarkan pinjaman uang dengan jumlah cukup besar ke sejumlah ibu-ibu rumah tangga yang memang sedang membutuhkan dana, hingga

Seruni.id
Ilustrasi: utang piutang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Keberadaan Bank Emok di daerah Kampung Kepuh, RT 02/11, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), saat ini sudah merasahkan sejumlah warga setempat.

Pasalnya, mereka kerap menawarkan pinjaman uang dengan jumlah cukup besar ke sejumlah ibu-ibu rumah tangga yang memang sedang membutuhkan dana, hingga akhirnya tergiur meski bunganya cukup tinggi.

Warga setempat Rohayati (47), mengatakan, akibat terjerat bujuk rayu Bank Emok itu ada sebagian tetangganya yang nyaris rumahnya disita akibat kerap meminjam uang ke Bank Emok atau Bank Keliling.

"Rata-rata mereka minjam uang ke Bank Emok tanpa sepengatahuan suaminya. Jadi untuk membayar cicilannya gali lubang tutup lubang," ujarnya saat ditemui do kediamannya.

Pemerintah Luncurkan Sirus Resmi Penanganan Virus Corona

Ia mengatakan, di wilayahnya ada beberapa ibu-ibu yang terjebak jerat bank emok setelah meminjam sejumlah uang, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 5 juta.

"Saya juga sempat ditawari oleh bank emok untuk mendapatkan pinjaman Rp 3 juta. Namun saya tolak karena takut tidak bisa membayar cicilan," katanya.

Rohayati, menjadi saksi bagaimana ibu-ibu disana memiliki tunggakan ke Bank Emok. Ketika ditagih, mereka kerap bersembunyi di sawah atau di rumah warga lain yang sekiranya aman dari kejaran penagih.

"Saya sering ditanya rumah tetangga yang memiliki utang. Bahkan, malam-malam pernah digedor juga minta diantar ke rumah ibu-ibu yang pinjam uang dan belum bayar," katanya.

Ketua RT 02, Asep Rohman, juga mengakui banyak warganya yang jadi korban bank emok karena awalnya mereka meminjam uang untuk modal usaha atau biaya sekolah anaknya, namun penggunaannya justru untuk hal tidak penting.

"Itu pun mereka enggak bilang ke suami, jadi pas tidak bisa membayar dan bunganya makin besar lalu ditagih ke rumah, suaminya kaget," ucapnya.

Oknum PNS di Luwu Utara Kepergok Bawa Sabu ke Rutan untuk Suami

Sebetulnya, kata dia, warga ingin menolak atau mengusir kehadiran bank emok, sehingga dirinya meminta agar orang-orang yang memiliki utang untuk segera melunasinya terlebih dahulu.

"Bisa saja ditolak, tapi selama masih punya hutang ya engga bisa. Selesaikan dulu kewajibannya, nanti malah saya yang disalahkan," katanya.

Diberitakan Tribun Jabar sebelumnya, Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan, adanya keluhan soal Bank Emok dan pinjaman online menunjukkan jika perkembangan teknologi saat ini sudah dijadikan alat untuk merugikan masyarakat.

"Di Jawa Barat ini fenomena Bank Emok dan pinjaman online luar biasa, masyarakat bisa terjerat melebihi dari rentenir," ujarnya saat ditemui disela kegiatan Peran OJK dalam Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan di Aula HBS Cimareme, Jumat (13/3/2020).

Maraknya Bank Emok dan Pinjaman Online Ilegal di Jabar Dinilai Banyak Merugikan Masyarakat

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved