Breaking News:

Kajian

HUKUM Salat Jumat & Berjamaah di Tengah Isu Covid-19, Boleh Tinggalkan Atau Tidak? Ini Kata Ulama

Menyikapi isu virus corona, ada dua pandangan hukum Islam antara yang memperbolehkan dan tetap melaksanakan salat Jumat dan berjemaah, ini penjelasan

(Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan)
ILUSTRASI - Presiden Joko Widodo melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (1/9/2017). 

Menyikapi isu virus corona, ada dua pandangan hukum Islam antara yang memperbolehkan dan tetap melaksanakan salat Jumat dan berjemaah, ini penjelasan para ulama

TRIBUNJABAR.ID - Menyikapi wabah virus corona atau Covid-19, rupanya membuat Majelis Ulama Indonesia ( MUI) tak tinggal diam.

MUI mengeluarkan fatwa terkait ibadah salat Jumat di tengah wabah virus corona ( Covid-19).

Ketua Dewan Fatwa MUI Hasanuddin mengatakan, MUI merilis fatwa umat Islam diperbolehkan meninggalkan salat Jumat.

Khususnya bagi umat Islam yang berada di daerah yang berpotensi tinggi terjangkit Covid-19.

Pemerintah Luncurkan Sirus Resmi Penanganan Virus Corona

Sebagai penggantinya umat Islam diperbolehkan untuk meninggalkan salat Jumat dan menggantinya dengan salat Zuhur di rumah masing-masing.

Lantas bagaimanakah hukum salat Jumat di tengah wabah virus corona atau Covid-19 ini?

Menyikapi hal ini, sebenarnya ada dua pandangan hukum Islam, antara yang memperbolehkan dan tetap melaksanakan.

Pertama, hukum memperbolehkan meninggalkan salat Jumat di tengan wabah virus corona

Seperti dijelaskan MUI menyikapi hal ini maka hukum salat Jumat ditangguhkan.

Halaman
1234
Penulis: Hilda Rubiah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved