VIDEO Pengrajin Telur Asin Derwati Bisa Raup Untung 15 Jutaan Per Bulan, Dijual ke Pasar dan Pabrik

AYI Muhamad Kholidin (50), peraji telur di Derwati, memasarkan telur asinnya ke pasar-pasar di Kota Bandung, seperti ke Pasar Gedebage, Ujungberung, C

TRIBUNJABAR.ID - AYI Muhamad Kholidin (50), peraji telur di Derwati, memasarkan telur asinnya ke pasar-pasar di Kota Bandung, seperti ke Pasar Gedebage, Ujungberung, Cicadas, Ciroyom, Kordon, dan Kiara Condong.

Selain ke pasar-pasar, pabrik-pabrik pun menjadi sasaran Ayi untuk memasarkan telurnya. Dia menyebut sebuah pabrik BUMN memesan telur kepadanya sebanyak 3.000 sampai 4.000 telor per minggungnya. Bahkan, sebelumnya bisa mencapai 8.000 butir.

Untuk memasarkan telur-telurnya, Ayi memiliki tiga distributor yang selalu rutin mengambil telur kepadanya. "Saya hanya penyedia barang," kata Ayi di rumahnya, Babakan Karet, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020).

Ayi menjual telur asinnya Rp 2.500-2.700 per butirnya. Namun, katanya, bisa menyampai 3.000, tergantung banyak pesanannya, kalau pesanannya banyak harganya bisa lebih murah.

BERESKAN TELUR - Ayi Muhamad Kholidin  membereskan telur asin buatannya di Babakan Karet, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020).
BERESKAN TELUR - Ayi Muhamad Kholidin membereskan telur asin buatannya di Babakan Karet, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020). (Tribun Jabar/Januar PH)

"Saya menjual ke distributor harga per butirnya seragam. Kalau harga di pasar bisa beda-beda tergantung besarnya. Ada tiga ukuran yang dijual di pasar. Telor bebek dijualnya bukan per kilo, tapi per butir," katanya.

Ayi mengaku bisa meraup keuntungan Rp 15.000.000 per bula. Itu, menurutnya, kalau bisa memproduksi 1,000 telur per harinya. Ayi mengambil keuntungan Rp 500 dari setiap butirnya.

Saat ini Ayi bisa memproduksi 2.000 telur dalam situasi pasar biasa saja. Produksinya bisa meningkat kalau Lebaran tiba. "Biasanya banyak yang beli buat oleh-oleh," katanya.

BERESKAN TELUR - Ayi Muhamad Kholidin  membereskan telur asin buatannya di Babakan Karet, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020).
BERESKAN TELUR - Ayi Muhamad Kholidin membereskan telur asin buatannya di Babakan Karet, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020). (Tribun Jabar/Januar PH)

Menurut Ayi banyak yang sengaja datang ke rumahnya sekaligus tempat memproduksi telur untuk mencari telur asin. "Kalau sudah tahu, mah, ada yang beli ke sini. Mereknya Al Kholis," kata Ayi.

Berbeda dengan Ayi yang memiliki distributor langganan, Rina Suminar (34), perajin telur asin lainnya, harus memasarkannya sendiri ke warung-warung dan kantin-kantin.

Teur asing buatan perajin Derwati.
Teur asing buatan perajin Derwati. (Tribun Jabar/Januar PH)

"Saya beli satu butir telur Ro 2.100. Kalau asinan saya jual Rp 3.000 per butir, kalau ke warung 2.900," kata Rina di rumahnya, Babakan Karet, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Rabu (11/3/2020).

Menurut Rina, telur asin buatannya dijual Rp 10.000 per tiga butir. Per butinya bisa dijual Rp 4.000. Kalau mentahnya Rp 2.500 per butir.

Sehari Rina bisa memproduksi 300 telur asin. (januar ph)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Pengrajin Telur Asin Derwati Bisa Raup Untung 15 Jutaan Per Bulan, Dijual ke Pasar dan Pabrik, https://jabar.tribunnews.com/2020/03/17/pengrajin-telur-asin-derwati-bisa-raup-untung-15-jutaan-per-bulan-dijual-ke-pasar-dan-pabrik.

Editor: Januar Pribadi Hamel
Video Production: Wahyudi Utomo

Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved