Gara-gara Corona, TWGC Lembang Sepi Pengunjung, akan Ditutup Selama Dua Pekan
Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC), Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa menutup
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC), Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa menutup operasional selama dua pekan ke depan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona.
Alasan lain penutupan tersebut dilakukan, karena setelah mewabahnya virus asal Kota Wuhan, China itu kunjungan wisatawan ke obyek wisata tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan.
General Manajer Grafika Cikole, Sapto Wahyudi, mengatakan, penutupan tersebut berlaku sejak satu hari yang lalu karena sejak beberapa hari ini, kunjungan wisatawan sudah mulai lesu.
"Dalam waktu satu minggu, sekitar 7.000 ribu tamu melakukan konfirmasi pembatalan kunjungan. Makanya kami akan tutup selama dua pekan," ujarnya saat ditemui di Terminal Wisata Grafika Cikole, Selasa (17/3/2020).
• Masker dan Hand Sanitizer di Kota Sukabumi Susah Didapat, Kalau Pun Ada Belinya Dibatasi
Estimasinya, kata dia, sebanyak 1.000 tamu perhari melakukan pembatalan. Mereka rencananya akan melakukan outbond dan reservasi untuk makan saja, termasuk wisatawan yang akan menginap.
"Dari 49 kamar, semua kosong, sekarang jumlahnya masih kami inventarisir," katanya.
Untuk saat ini, pihaknya masih melayani rombongan yang ingin melanjutkan jadwal kunjungan, namun mereka hanya yang sebatas melakukan outbond dan makan.
"Ada 1 sampai 2 rombongan yang enggak mungkin cancel, karena mereka datang dari luar kota. Jadi kami tetap layani, tetapi dengan SOP, seperti pengecekan suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer," katanya.
Ia mengatakan, untuk saat ini hanya 30 persen karyawan yang masih bekerja melayani kunjungan wisatawan yang tersisa, sedangkan sisanya sudah diberikan cuti selama 2 minggu.
Dari 180 orang karyawan, kata dia, saat ini hanya 50 orang yang masih masuk bekerja, tetapi setelah kunjungan selesai, mereka juga akan diberikan cuti.
• Ngaku Intel Polisi, IS Curi 7 Motor Lalu Foya-foya di Tempat Hiburan Malam di Bandung
"Mereka kita pulangkan. Kami intervensi mereka jangan sampai keluar rumah dan keluyuran, karena ini bukan cuti umum, tapi karena urgensi wabah," kata Sapto.
Disinggung terkait profit, Sapto mengatakan, selama satu pekan, pihaknya mengalami kerugian pendapatan hingga Rp 1 miliar.
"Tapi kita gak mau ambil resiko dan menekan operasional juga, karena memang pasar sudah sangat lesu. Dibanding dengan erupsi Gunung Tangkuban Parahu, ini jauh lebih parah," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/terminal-wisata-grafika-cikole-twgc-lembang-kabupaten-bandung-barat-kbb.jpg)