Banjir Kasih dan Perhatian di Baksos Javaretro, Santuni Anak Yatim, Keluarga Kurang Mampu & Difabel
Suasana berbeda nampak di Rumah Bhineka Jalan Hercules No 76-78, Cipedes, Kota Bandung, Sabtu (15/2/2020).
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Suasana berbeda nampak di Rumah Bhineka Jalan Hercules No 76-78, Cipedes, Kota Bandung, Sabtu (15/2/2020).
Pasalnya Rumah Bhineka yang biasanya sunyi saat itu berubah menjadi penuh sesak oleh anak-anak dan orang tua yang berasal dari berbagai penjuru Kota Bandung.
Pemandangan seperti ini memang tak mengherankan mengingat Rumah Bhineka menjadi tempat dimana para difabel, anak kurang mampu, yatim beserta keluarga mendapatkan berkah kasih dan perhatian dari Manajemen Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami ( YKKJRK) yang tak pernah berhenti membantu mereka yang kekurangan dan tidak mampu tanpa pandang bulu dan golongan.
• Kebahagiaan dalam Berbagi, Baksos dan Pengobatan Gratis Kembali Digelar YKKJRK dan PADMA
YKKJRK memang kerap, bahkan rutin menunjukkan kepedulian dengan pemberian santunan terhadap kaum kurang mampu dan difabel melalui bakti sosial dan pengobatan gratis yang digelar di Rumah Bhineka setiap bulan.
Bersama dengan Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha ( PADMA), YKKJRK menggelar bakti sosial dan pengobatan gratis terhadap kurang lebih 150 peserta yang merupakan para difabel, siswa SLB atau keluarga difabel dan anak kurang mampu hingga anak yatim.
Ketua YKKJRK, Petrus Adamsantosa, mengatakan bahwa santunan dan pengobatan gratis yang diberikan kepada para siswa SLB dan keluarga tak mampu dilakukan secara rutin melibatkan puluhan relawan PADMA dan manajemen Javaretro.
Kali ini peserta yang datang berasal dari Kota Bandung dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Bandung, Cimahi dan Bandung Barat.
"Baksos dan pengobatan gratis diberikan kepada siapa saja asal memenuhi syarat yang sudah ditetapkan, dan saya memberikan bantuan ini kepada siapapun, tanpa pandang bulu dan golongan," kata Adam di sela acara.
Menurut Adam, bantuan yang diberikan sangat bervariatif yaitu mulai dari seperangkat seragam sekolah, sepatu, termasuk tas sekolah, hingga paket makan siang.
Bantuan yang diberikan ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga dan beban penerima sendiri yang merasa kesulitan mendapatkan fasilitas-fasilitas tersebut selama ini.
Adam menyebutkan bahwa baksos YKKJRK seperti biasa bekerjasama dengan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis dari PADMA.
Selain kegiatan rutin bulanan, giat baksos ini juga rutin dilakukan setiap minggu.
"Baksos ini dilakukan sebagai bentuk perhatian YKKJRK dan PADMA kepada difabel dan kurang mampu serta anak yatim tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka. Jika di luaran mereka kesulitan terhadap berbagai hal, maka dalam kegiatan ini mereka mendapatkan banjir kasih sayang dan perhatian dari kami," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim PADMA, dr Adrian Suhendra, mengatakan bahwa pihaknya menyediakan puluhan dokter muda untuk memeriksa kesehatan peserta baksos.
Menurut dia, PADMA tidak saja membantu menyediakan tenaga dokter dalam pengobatan, namun juga terjun langsung membantu dalam baksos ini.
"Semua anggota tim adalah dokter-dokter muda dan calon dokter dari Universitas Maranatha,” kata Adrian. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/baksos-javaretro-santuni-anak-yatim-keluarga-kurang-mampu-difabel.jpg)