Surat Bank Bikin Resah

Beli Rumah Lunas Malah Mau Dilelang, Keresahan Warga Bukit Cianjur Residence Pun Memuncak

Keresahan warga perumahan Bukit Cianjur Residence memuncak saat mengetahui rumah yang mereka

Beli Rumah Lunas Malah Mau Dilelang, Keresahan Warga Bukit Cianjur Residence Pun Memuncak
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Beli Rumah Lunas Malah Mau Dilelang, Keresahan Warga Bukit Cianjur Residence Pun Memuncak 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Keresahan warga perumahan Bukit Cianjur Residence memuncak saat mengetahui rumah yang mereka beli lunas malah akan dilelang pihak bank.

Fakta tersebuy diketahui setelah warga mengkonfirmaai ke pihak bank yang menyebut bahwa saat ini pinjaman akan jatuh tempo.

Sesuai dengan surat perjanjian antara pihak bank dengan pengembang, apabila tak terpenuhi kewajiban saat jatuh tempo, maka objek yang menjadi agunan bakal dilelangkan.

"Tentu kami waswas dengan kondisi sekarang. Bisa jadi kami yang sudah membeli secara lunas rumah ini posisinya terancam dilelang," katanya.

Widhi dan warga lainnya yang merasa tertipu dengan ulah RSS sudah hilang kesabaran.

Karena itu, warga pun sepakat melaporkan RSS ke pihak kepolisian.

"Saat ini masih dalam tahapan penyelidikan di pihak kepolisian. Kami pun sebagai saksi korban sudah dimintai keterangan," katanya.

Penjualan Senapan Angin Cipacing Kini Andalkan Online, Pengrajin: Sekarang Tak Kenal Musim

Widhi mengatakan dari 64 pemilik rumah yang membeli secara tunai, ada di antaranya yang sempat diberi sertifikat. Namun karena saat itu sertifikatnya masih atas nama pihak pengembang, RSS menawarkan dua opsi balik nama.

"Waktu itu, kalau mau dibalik nama oleh pihak pengembang, biayanya akan ditanggung perusahaan. Tapi kalau mau dibalik nama sendiri-sendiri, bisa saja, hanya biayanya sebesar Rp10 juta. Warga berpikir, daripada harus mengeluarkan uang Rp10 juta, lebih baik dibalik nama perusahaan. Tapi rupanya, mungkin itu hanya dalih, karena ternyata sertifikatnya diagunkan ke pihak bank untuk mendapat pinjaman kredit," katanya.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Niki Ramadhany mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Lalu laporannya saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

"Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan. Termasuk meminta keterangan saksi korban. Kasus ini jadi atensi kami," kata Niki, Kamis (12/3/2020).

Kabar Baik, Peneliti UGM Ciptakan Hand Sanitizer Pencegah Virus Corona/Bakteri dari Daun Sirih

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved