Mengaku Sakit Jantung, Pendeta di Surabaya yang Diduga Cabuli Jemaat Ajukan Penangguhan Penahanan

Pendeta di Surabaya yang diduga mencabuli jemaatnya selama 17 tahun, HL, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim.

KOMPAS.COM/A. FAIZAL
HL, pendeta diduga pelaku pencabulan di Surabaya diamankan di Mapolda Jatim, Sabtu (7/3/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA - Pendeta di Surabaya yang diduga mencabuli jemaatnya selama 17 tahun, HL, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim.

Kini HL mengajukan penangguhan penahanan. Ia mengaku memiliki penyakit jantung.

Dalam penangguhan pemohonan itu, sang istri menjadi penjaminnya.

Kuasa Hukum HL, Jefri Simatupang mengatakan, surat permohonan penangguhan penahanan sudah diserahkan ke penyidik Sabtu (7/3/2020) lalu bersamaan dengan saat HL ditahan.

Pendeta di Surabaya Diduga Cabuli Jemaat Selama 17 Tahun, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan

"Klien saya memang sedang sakit jantung, semua bukti rekam medik dan surat dokter sudah kami serahkan ke penyidik polisi sebagai bahan pertimbangan penangguhan penahanan. Istri yang bersangkutan bersedia menjadi penjamin," terang Jefri, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (9/3/2020).

Saat ditahan kemarin, penyakit jantungnya sempat kambuh, dan tekanan darahnya sempat mencapai 190.

"Tapi, klien kami tetap kooperatif dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan," ujar dia.

HL, pendeta gereja di Surabaya yang dilaporkan melakukan pencabulan terhadap jemaatnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim, Sabtu (7/3/2020).

HL ditetapkan tersangka setelah pada Jumat (6/3/2020) kemarin diperiksa sebagai saksi.

Statusnya dinaikan dari saksi menjadi tersangka setelah tim penyidik melakukan gelar perkara usai menganalisa keterangan saksi, korban, dan barang bukti yang ada.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved