Minggu, 12 April 2026

Masih Banyak Rumah Sakit Rujukan di Jabar Belum Miliki Alat Lengkap Hadapi Pasien Terduga Corona

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti sebut ada 52 rumah sakit rujukan untuk penanganan virus corona covid-19 di Jabar

Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti, mengatakan dari 52 rumah sakit rujukan untuk penanganan virus corona covid-19 di Jawa Barat, masih banyak yang belum memiliki peralatan yang lengkap untuk menangani pasien terduga covid-19.

Berli mengatakan 52 rumah sakit rujukan ini memang semuanya menyiapkan ruang isolasi.

Namun, masih banyak rumah sakit rujukan di antaranya yang kekurangan perlengkapan atau alat dalam menangani pasien yang mengalami gejala infeksi virus corona.

Pasien Dalam Pengawasan Corona oleh RSUD Lembang Sempat Pulang ke Taiwan, Mengeluh Sakit Tenggorokan

"Saat ini dengan kondisi yang ada, di 52 RSUD di Jabar, rata-rata ruang isolasinya belum memenuhi persyaratan. Ada yang punya ventilator, tapi tidak punya tekanan udara negatif, ada yang punya tekanan udara negatif tapi tidak punya alat monitor pasien yang lengkap," kata Berli di Gedung Sate, Senin (9/3/2020).

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan Pemprov Jabar, katanya, adalah upaya melengkapi alat-alat di ruang isolasi tersebut.

Hal ini tentunya membutuhkan pembiayaan. Saat ini yang sudah lengkap peralatannya di antaranya RS Hasan Sadikin dan RS Paru Rotinsulu.

WNA Taiwan Berstatus Pasien dalam Pengawasan Virus Corona, Diisolasi di Rumahnya di Lembang

Ruang isolasi khusus di RS Hasan Sadikin pun, katanya, sudah penuh karena saat ini merawat lima pasien rujukan dari rumah-rumah sakit lainnya.

RS Hasan Sadikin sendiri sudah menambah 7 kamar isolasi tambahan untuk menambah jumlah ruang isolasinya.

"Sementara ini belum mendapat konfirmasi dari RS swasta tentang kesediaan untuk memberikan pelayanan kepada pasien covid-19.

Kalau ruang isolasi dan ICU di RS swasta pasti ada dan mungkin lebih representatif," katanya.

14 Warga Kabupaten Cirebon Masuk Kategori Pengawasan dan Pemantauan Corona

Keterbatasan sarana dan prasarana isolasi di RSUD di daerah inilah, katanya, yang membuat rumah-rumah sakit di daerah ini masih merujuk pasien dalam status pemantauan covid-19 ke RS Hasan Sadikin.

"Seperti Garut, jadi mereka punya ruangan dan peralatan lengkap, tetapi kapasitasnya di situ kurang. Kemudian alat pelindung diri (APD), itu perlu diketahui warga, untuk merawat pasien dengan dugaan covid-19 ini memang rumit karena biayanya mahal," katanya.

Harga APD, katanya, pakaian lengkap dengan masker, tutup kepala, sampai sepatu tipis, sekitar Rp 300 ribu sekali pakai, untuk satu petugas.

Biasanya satu hari itu APD yang dibutuhkan untuk dipakai sebanyak 20-an unit.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved