Minggu, 12 April 2026

Paus Fransiskus Pertama Kalinya Pimpin Misa Lewat Live Stream, Cegah Penularan Virus Corona

- Untuk pertama kalinya, Paus Fransiskus memimpin misa melalui siaran live stream, Minggu (8/3/2020). Tradisi misa didobrak Paus Fransiskus

Editor: Theofilus Richard
AFP/ALBERTO PIZZOLI via Kompas.com
Paus Fransiskus terlihat menyeka hidungnya ketika memimpin Misa Rabu Abu pada 26 Februari 2020. Absennya Paus pasca-gambar tersebut mencuat memunculkan sebuah publikasi bahwa pemimpin Gereja Katolik itu terkena virus corona. Pihak Vatikan membantah, dan menyatakan Paus Fransiskus kurang enak badan. 

TRIBUNJABAR.ID, VATICAN CITY - Untuk pertama kalinya, Paus Fransiskus memimpin misa melalui siaran live stream, Minggu (8/3/2020).

Tradisi misa didobrak Paus Fransiskus demi mencegah peningkatan penularan virus corona.

Biasanya, Paus Fransiskus memimpin langsung doa Malaikat Tuhan di Lapangan Santo Petrus.

"Doa Malaikat Tuhan akan dilakukan secara broadcast melalui livestream oleh Vatican News dengan latar belakang gambar Lapangan Santo Peter," kata pihak Vatikan.

Virus Corona Menginfeksi Lebih dari 100 Ribu Orang, Jumlah Pasien Sembuh Meningkat

Hal ini juga bukti dari janji Paus kelahiran Argentina itu untuk menghindari penyebaran virus corona.

Pihak Vatikan yakin bahwa ketidakhadiran Paus dari tempat biasanya di dekat jendela akan membuat keramaian di lapangan Santo Peter berkurang, termasuk juga ancaman penularan virus corona.

Vatikan sedang dalam proses membuka tindakan pencegahan kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Saat ini, pemerintah Italia sedang menghadapi perang global melawan epidemi virus corona yang telah melumpuhkan rantai pasokan ekonomi global sejak muncul di China akhir tahun lalu.

Para menteri memutuskan pada pertemuan darurat sepanjang malam untuk memanggil dokter pensiunan kembali bekerja. Hal itu dikarenakan kebutuhan medis di Italia saat ini merupakan prioritas.

Pada Sabtu (08/03/2020) Italia mencatat angka kematian sebanyak 36 orang. Angka itu meningkat dengan akumulasi 233 orang dalam dua pekan.

Selidiki Pembunuhan Wanita Bertato di Lembang, Polisi Periksa Teman Dekat Korban

Kepala mitra junior koalisi yang berkuasa di Italia dikabarkan menjadi salah satu tokoh penting yang juga terjangkit virus corona.

Penyebaran cepat virus itu membuat situasi stasiun dan jalan-jalan di Roma yang biasanya sibuk menjadi sepi.

Restoran dan kafe luar kota juga ditutup pada malam hari. Sekalipun ada meja gratis yang berada di luar toko, diawasi oleh staf yang tampak murung karena sedikitnya kegiatan selain mengobrol.

Jalanan yang membentang dari Colosseum Roma pun sepi. Reruntuhan yang megah berdiri di atas kemegahan alami mereka tanpa sedikit pun turis tampak di sana pada Sabtu kemarin.

Menurut salah satu pemandu wisata kota itu, Francesca Sposito, situasi di Roma tampak seperti bencana. Dia berpendapat, media telah melebih-lebihkan berita sehingga membuat orang takut keluar.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved