Masker Tengah Diburu Warga, Apotek di Majalengka Ada yang Kehabisan Stok

emilik Apotek Aquarius yang berada di Kecamatan Kadipaten, Suharto (60), mengatakan bahwa wabah virus corona benar-benar dirasakan oleh pemilik apotek

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Suasana di dalam apotek Aquarius 

Laporan Wartawan TribunCirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Sejumlah apotek di Majalengka tidak memiliki persediaan masker.

Banyak orang kini memburu masker setelah beredar kabar adanya warga Indonesia yang terinfeksi virus corona.

Pemilik Apotek Aquarius yang berada di Kecamatan Kadipaten, Suharto (60), mengatakan bahwa wabah virus corona benar-benar dirasakan oleh pemilik apotek tersebut.

Setidaknya, setiap harinya, ia beserta para karyawannya harus melayani orang yang hendak membeli masker.

"Karena dari awal tahun sudah tidak ada stok masker, kami secara terpaksa memberitahu bahwa masker tidak ada, ya orang banyak yang ke sini, sehari bisa ratusan orang," ujar Suharto saat ditemui di tokonya di Jalan Ampera, Rabu (4/3/2020).

Pengakuan Korban yang Bagian Bawah Roknya Difoto Saat Antre di ATM Satu Minimarket di Bandung

Suharto mengatakan, jika stok tersedia dalam beberapa boks masker, dalam waktu sehari langsung ludes terjual.

Ini menandakan, bahwa saat ini masker memang sedang dibutuhkan oleh masyarakat usai wabah virus corona merajalela.

"Kalau ada kami bisa jual hingga Rp 250 ribu per box isi 50. Sengaja kami tidak menyetok masker merk N95 karena terlalu mahal, siapa yang mau beli. Namun kini distributor masker sudah jarang memasok mungkin karena memang langka," ucapnya.

Sementara, seorang warga asal Kecamatan Kadipaten, Tuti (43), menyampaikan dirinya khawatir usai ada warga Indonesia yang kini terjangkit virus virus corona.

Ditemui di apotek Aquarius, wanita berkerudung itu mengaku selalu menggunakan masker saat bepergian, khususnya di jalan raya.

"Saya jarang sih beli masker, cuma saya selalu menggunakan masker saat berkendara karena naik motor. Ini juga masker saya bikin sendiri karena saya tahu sekarang mencari masker susah," kata Tuti.

Sidak Pasar di Jakarta, Polisi Temukan Harga Masker Rp 300 Ribu, Padahal Aslinya Rp 29 Ribu

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved