Jalan Desa di Tasikmalaya Tertutup Longsor, Belasan Murid SD Meliburkan Diri
"Jalannya tertutup longsor. Saya tidak sekolah sejak hari Jumat dan baru bisa sekolah lagi kemarin
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Belasan murid SD meliburkan diri menyusul longsor yang menimpa jalan desa dan menimbun Ajengan Didi (63) di Kampung Palasari, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikamalaya, Jumat (28/2/2020).
Rehan (10), murid kelas IV SD Cibongkor, Desa Indrajaya, misalnya. Ia mengaku meliburkan diri sejak Jumat (28/2/2020) karena tak bisa berangkat sekolah. Jalan desa telah terputus dan sekitar 80 KK terisolasi.
"Jalannya tertutup longsor. Saya tidak sekolah sejak hari Jumat dan baru bisa sekolah lagi kemarin (Selasa 3/3, Red), kata Rehan di lokasi longsor, Rabu (4/3/2020).
Menurut seorang warga, Nurdin (42), tidak hanya Rehan yang tak bisa sekolah, tapi juga belasan murid lainnya.
Ada yang memaksakan diri berangkat sekolah tapi harus memutar jauh dan diantar orang tua," ujarnya.
Karena, rata-rata tak mau repot harus memutar, hampir seluruh murid di daerah terisolasi akhirnya meliburkan diri.
"Pihak sekolah pun sudah maklum karena ini situasi darurat, bukan faktor kesengajaan anak bolos," kata Nurdin.
Sementara tim SAR gabungan menghentikan upaya pencarian jasad Ajengan Didi sekitar pukul 17.00. Esok hari, Kamis (5/3), pencarian kembali akan dilakukan.
• Hari Keenam Pencarian Ajengan Didi yang Tertimbun Longsor di Tasik, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak
• Jalan Penghubung Santanamekar-Indrajaya Sudah Bisa Dilalui, Anak SD Terpaksa Digendong Saat Melintas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rehan-10-murid-kelas-iv-sd-cibongkor.jpg)