Rabu, 29 April 2026

WNI Positif Terkena Virus Corona

Sejumlah Perguruan Tinggi di Bandung Bikin Surat Edaran Terkait Cegah Penyebaran Virus Corona

Sejumlah perguruan tinggi ternama di Kota Bandung mulai melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Cipta Permana
Surat edaran yang sampaikan oleh rektorat ITB, Unpad, dan UPI bagi sitivas akademikanya masing-masing dalam menghadapi bahaya penyebaran virus corona di Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah perguruan tinggi ternama di Kota Bandung mulai melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona.

Hal itu dilakukan pasca Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kemarin (2/3/2020) menyatakan status Jawa Barat siaga satu sebagai tindak lanjut setelah dua warga Depok terdeteksi positif terinfeksi virus corona.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjabar.id, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah mengeluarkan surat edaran tentang imbauan bagi seluruh sivitas akademikanya dalam melakukan perjalanan ke luar negeri. 

Profesor Unair Klaim Temukan Anti- Virus Corona, Gubernur Jatim Langsung Apresiasi, Begini Risetnya

Sekelompok peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) di Pasuruan, Jawa Timur, menciptakan anti- virus corona.
Sekelompok peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) di Pasuruan, Jawa Timur, menciptakan anti- virus corona. (Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

Masker dan Hand Sanitizer Habis di Sejumlah Supermarket dan Apotek Kota Bandung, Imbas Virus Corona

ITB menjadi perguruan tinggi pertama di Jawa Barat yang mengeluarkan surat edaran imbauan tersebut pada Senin (2/3/2020), melalui siaran pers nomor surat 423/I1.B05/LL/2020 dan ditandatangani oleh Sekertaris Institut ITB, Prof Dr Ing Ir Widjaja Martokusumo, terdapat sembilan poin yang menjadi respon pimpinan ITB dalam menghadapi Covid-19 tersebut yaitu,

Pertama, untuk keperluan yang dapat ditunda, agar menangguhkan perjalanan ke negara-negara terdampak COVID-19. Informasi negara-negara terdampak COVID-19 dapat dilihat pada htt : infeksiemer 'n .kemkes. o.id situasiinfeksi-emer in info-corona-virus situasi-terkini- erkemban ancoronavirus-disease-covid-19-27-februari-2020 #.XltGH MzaRt. Data negara terdampak COVID-19 ini dapat berubah setiap hari.

Kedua, untuk perjalanan luar negeri yang sifatnya penting dan tidak dapat ditunda, warga kampus ITB harus meminta persetujuan pimpinan unit kerja, dengan tembusan kepada Wakil Rektor Bidang Sumber Daya (WRSD) ITB. Bagi yang diberikan izin, mohon untuk mengikuti prosedur kesehatan berdasarkan ketentuan Pemerintah Republik Indonesia dan otoritas kesehatan setempat.

Ketiga, untuk sementara menangguhkan kunjungan tamu dari negara-negara terdampak COVID-19 ke lingkungan ITB sampai batas waktu yang belum ditentukan. Untuk kegiatan yang tidak bisa ditangguhkan, imbauan ini dapat ditinjau melalui mekanisme koordinasi dengan WRSD.

Keempat, bagi warga kampus ITB yang baru saja kembali dari perjalanan ke luar negeri (terutama China, Korea, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia, Vietnam, Thailand, India, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman, Perancis, Inggris, Iran, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Belanda) harap membatasi interaksi (self isolated) dengan warga kampus ITB Iainnya maupun anggota keluarga/ rumah tangga selama 14 hari sejak kepulangan ke Indonesia. Jika dalam masa 14 hari tersebut, warga kampus ITB yang bersangkutan mengalami demam, batuk, pilek, sesak dan Iainnya, mohon untuk segera memeriksakan diri ke Klinik Utama Bumi Medika Ganesa (BMG) ITB / Klinik Pratama ITB dan mengirimkan hasil check-up ke WRSD.

Kelima, bagi warga kampus ITB yang melakukan perjalanan ke luar negeri (terutama China, Korea, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia; Vietnam, Thailand, India, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman, Perancis, Inggris, Iran, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Belanda) dalam kurun waktu satu bulan terakhir, untuk segera melaporkan kedatangannya kepada pimpinan unit kerja. Dan bagi warga kampus ITB yang pernah mengalami demam, batuk, pilek, sesak dan lainnya sejak kepulangannya , mohon untuk segera memeriksakan diri ke Klinik Utama BMG ITB / Klinik Pratama ITB dan mengirimkan hasil check-up ke WRSD.

Keenam, agar warga kampus ITB selalu menjaga kesehatan dan jika merasa sakit atau mengetahui rekan, atau tamu ITB mengalami gangguan kesehatan khususnya yang mengarah pada gejala COVID-19 untuk segera melakukan pemeriksaan diri ke Klinik Utama BMG ITB/ Klinik Pratama ITB/ Rumah Sakit terdekat agar mendapatkan penanganan segera yang semestinya.

Ketujuh, melakukan perilaku hidup sehat dengan lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun (atau alcohol based hand rub/hand sanitizer), mengonsumsi makanan sehat agar lebih meningkatkan daya tahan tubuh, meminimalkan kegiatan di keramaian yang kurang diperlukan.

Kedelapan, seluruh warga kampus ITB secara aktif melakukan upaya kewaspadaan terhadap influenza termasuk SARS dan COVID-19 di unit kerja masing-masing dengan melakukan (1) penyebaran informasi (literasi kesehatan) tanpa membuat panik; (2) cuci tangan menggunakan sabun/ hand rub berbasis alcohol.

Sembilan, semua unit di ITB agar (1) menyediakan sabun/ hand rub berbasis alcohol di setiap ruangan/tempat-tempat strategis, termasuk untuk mahasiswa; (2) memberi perhatian serius untuk selalu menjaga kebersihan tempat-tempat yang sering disentuh tangan seperti meja (terutama pada ruang-ruang rapat), gagang pintu, gagang jendela, papan tombol lift, dan lain-lain dengan disinfektan sesuai standar WHO.

"Mohon kerja sama semua warga kampus ITB untuk kewaspadaan dan pencegahan dini penyebaran Covid-19. Semoga setiap anggota warga kampus ITB dan keluarganya senantiasa sehat. Terima kasih," tulis Widjaja.

Virus Corona Sudah Masuk Jabar, DPRD Purwakarta Minta Tiga Dinas Ini agar Waspada

Hal yang sama dilakukan oleh Unpad, melalui surat edaran bernomor 529 UN6.RKT/TU/2020 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Coronavirus Disease atau Covid-19 di Lingkungan Universitas Padjadjaran, Rektor Unpad, Prof Dr Rina Indiastuti mengingkatkan kepada seluruh sivitas akademikannya senatiasa waspada terkait perkembangan wabah virus tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved