WNI Positif Terkena Virus Corona

Sejumlah Perguruan Tinggi di Bandung Bikin Surat Edaran Terkait Cegah Penyebaran Virus Corona

Sejumlah perguruan tinggi ternama di Kota Bandung mulai melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Surat edaran yang sampaikan oleh rektorat ITB, Unpad, dan UPI bagi sitivas akademikanya masing-masing dalam menghadapi bahaya penyebaran virus corona di Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah perguruan tinggi ternama di Kota Bandung mulai melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona.

Hal itu dilakukan pasca Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kemarin (2/3/2020) menyatakan status Jawa Barat siaga satu sebagai tindak lanjut setelah dua warga Depok terdeteksi positif terinfeksi virus corona.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjabar.id, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah mengeluarkan surat edaran tentang imbauan bagi seluruh sivitas akademikanya dalam melakukan perjalanan ke luar negeri. 

Profesor Unair Klaim Temukan Anti- Virus Corona, Gubernur Jatim Langsung Apresiasi, Begini Risetnya

Sekelompok peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) di Pasuruan, Jawa Timur, menciptakan anti- virus corona.
Sekelompok peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) di Pasuruan, Jawa Timur, menciptakan anti- virus corona. (Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

Masker dan Hand Sanitizer Habis di Sejumlah Supermarket dan Apotek Kota Bandung, Imbas Virus Corona

ITB menjadi perguruan tinggi pertama di Jawa Barat yang mengeluarkan surat edaran imbauan tersebut pada Senin (2/3/2020), melalui siaran pers nomor surat 423/I1.B05/LL/2020 dan ditandatangani oleh Sekertaris Institut ITB, Prof Dr Ing Ir Widjaja Martokusumo, terdapat sembilan poin yang menjadi respon pimpinan ITB dalam menghadapi Covid-19 tersebut yaitu,

Pertama, untuk keperluan yang dapat ditunda, agar menangguhkan perjalanan ke negara-negara terdampak COVID-19. Informasi negara-negara terdampak COVID-19 dapat dilihat pada htt : infeksiemer 'n .kemkes. o.id situasiinfeksi-emer in info-corona-virus situasi-terkini- erkemban ancoronavirus-disease-covid-19-27-februari-2020 #.XltGH MzaRt. Data negara terdampak COVID-19 ini dapat berubah setiap hari.

Kedua, untuk perjalanan luar negeri yang sifatnya penting dan tidak dapat ditunda, warga kampus ITB harus meminta persetujuan pimpinan unit kerja, dengan tembusan kepada Wakil Rektor Bidang Sumber Daya (WRSD) ITB. Bagi yang diberikan izin, mohon untuk mengikuti prosedur kesehatan berdasarkan ketentuan Pemerintah Republik Indonesia dan otoritas kesehatan setempat.

Ketiga, untuk sementara menangguhkan kunjungan tamu dari negara-negara terdampak COVID-19 ke lingkungan ITB sampai batas waktu yang belum ditentukan. Untuk kegiatan yang tidak bisa ditangguhkan, imbauan ini dapat ditinjau melalui mekanisme koordinasi dengan WRSD.

Keempat, bagi warga kampus ITB yang baru saja kembali dari perjalanan ke luar negeri (terutama China, Korea, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia, Vietnam, Thailand, India, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman, Perancis, Inggris, Iran, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Belanda) harap membatasi interaksi (self isolated) dengan warga kampus ITB Iainnya maupun anggota keluarga/ rumah tangga selama 14 hari sejak kepulangan ke Indonesia. Jika dalam masa 14 hari tersebut, warga kampus ITB yang bersangkutan mengalami demam, batuk, pilek, sesak dan Iainnya, mohon untuk segera memeriksakan diri ke Klinik Utama Bumi Medika Ganesa (BMG) ITB / Klinik Pratama ITB dan mengirimkan hasil check-up ke WRSD.

Kelima, bagi warga kampus ITB yang melakukan perjalanan ke luar negeri (terutama China, Korea, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia; Vietnam, Thailand, India, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman, Perancis, Inggris, Iran, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Belanda) dalam kurun waktu satu bulan terakhir, untuk segera melaporkan kedatangannya kepada pimpinan unit kerja. Dan bagi warga kampus ITB yang pernah mengalami demam, batuk, pilek, sesak dan lainnya sejak kepulangannya , mohon untuk segera memeriksakan diri ke Klinik Utama BMG ITB / Klinik Pratama ITB dan mengirimkan hasil check-up ke WRSD.

Keenam, agar warga kampus ITB selalu menjaga kesehatan dan jika merasa sakit atau mengetahui rekan, atau tamu ITB mengalami gangguan kesehatan khususnya yang mengarah pada gejala COVID-19 untuk segera melakukan pemeriksaan diri ke Klinik Utama BMG ITB/ Klinik Pratama ITB/ Rumah Sakit terdekat agar mendapatkan penanganan segera yang semestinya.

Halaman
123
Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved