Rabu, 6 Mei 2026

Wabah Virus Corona di Korsel Semakin Parah, Hyundai Tutup Pabrik Setelah Karyawan Terinfeksi

Hyundai Motor menghentikan sementara pengoperasian pabrik di Korea Selatan setelah salah satu karyawannya dinyatakan positif virus corona.

Tayang:
Editor: Theofilus Richard
ALBERTO SAENZ MOLINA
Jersey Atletico Madrid dengan logo Hyundai yang akan menjadi global automotive partner dari klub tersebut. 

TRIBUNJABAR.ID - Hyundai Motor menghentikan sementara pengoperasian pabrik di Korea Selatan setelah salah satu karyawannya dinyatakan positif virus corona.

Melansir CNN, perusahaan mengatakan pada Jumat (28/2/2020) bahwa hal itu dilakukan untuk benar-benar mensterilkan pabrik di Ulsan, Korea Selatan.

Pihaknya juga menambahkan bahwa Hyundai meminta pekerja yang melakukan kontak dekat dengan orang yang positif terinfeksi virus corona untuk mengarantina diri mereka dan melakukan tes.

Sementara itu, Hyundai merupakan salah satu di antara banyak perusahaan yang berada dalam posisi rentan ketika virus korona menyebar.

Perusahaan itu sebelumnya terpaksa menghentikan produksi di pabrik-pabrik di Korea Selatan karena kekurangan suku cadang lantaran penyebaran virus corona di China, yang memaksa penutupan pabrik di sana.

WHO Sebut Semua Negara Tidak Boleh Beranggapan Bebas Ancaman Virus Corona

Kasus virus corona di Korea Selatan

Pada hari Jumat (28/2/2020), Korea Selatan melaporkan 256 kasus baru virus corona.

Total kasus virus corona di sana telah mencapai 2.022 kasus menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (KCDC) Korea Selatan.

Negara ini juga telah melaporkan 13 kematian akibat virus corona.

Di antara 256 kasus baru, 182 berasal dari Daegu, pusat wabah di Korea Selatan.

Total 1.314 kasus sejak awal wabah datang dari Daegu, menurut KCDC.

Jumlah tersebut membuat kasus virus corona di Korea Selatan paling banyak setelah China.

Pulau Sebaru Kecil Jadi Tempat Observasi Virus Corona 188 WNI di Kapal Pesiar World Dream

Wabah virus corona di Daegu

Wali Kota Daegu Kwon Young-jin mengatakan dia berencana untuk melaporkan seorang pejabat kelompok agama Shincheonji ke polisi setempat karena kurangnya kerja sama dalam memerangi wabah virus corona.

Wali Kota Kwon Young-jin mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat (28/2/2020) bahwa kelompok itu tidak memasukkan semua nama anggota dalam daftar yang diserahkan ke pemerintah kota.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved