Kamis, 9 April 2026

Banjir di Sumedang Sempat Putus Akses Jatinangor - Sayang - Rancaekek

Hujan cukup deras menyebabkan banjir di enam kecamatan, wilayah Kabupaten Sumedang, Jumat (28/2/2020).

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Hujan cukup deras menyebabkan banjir di enam kecamatan, wilayah Kabupaten Sumedang, Jumat (28/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Hujan cukup deras menyebabkan banjir di enam kecamatan, wilayah Kabupaten Sumedang, Jumat (28/2/2020).

Di Kecamatan Jatinangor, banjir sempat memutus Jalan Kolonel Ahmad Syam di Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang menghubungkan Jatinangor-Sayang-Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Menurut pantauan Tribunjabar.id, ketinggian banjir sekitar 50 sentimeter masih menggenangi jalan raya tersebut hingga pukul 21.00 WIB.

6 Kecamatan di Sumedang Terendam Banjir, 30 Keluarga di Jatinangor Dievakuasi

Enam kecamatan di Kabupaten Sumedang terdampak banjir, Jumat (28/2/2020).
Enam kecamatan di Kabupaten Sumedang terdampak banjir, Jumat (28/2/2020). (Tribun Jabar/Seli Andina)

Beberapa kendaraan yang menuju Sayang dari Jatinangor nampak berbalik arah karena jalan tersebut tak bisa dilalui.

Sebagian pengendara motor nekat menerobos genangan banjir, namun mesin motor mati di tengah-tengah genangan.

Kendaraan yang mogok karena tak kuat melintasi banjir pun terpaksa didorong keluar wilayah genangan.

Banjir Bandang di Sumedang, Belasan Rumah Terendam

Banjir di wilayah perbatasan Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, dan Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jumat (28/2/2020).
Banjir di wilayah perbatasan Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, dan Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jumat (28/2/2020). (Tribun Jabar/Seli Andina)

Salah seorang pengendara motor asal Desa Sayang, Adih (44), mengaku memaksakan kendaraannya melintasi banjir karena enggan memutar jalur yang lebih jauh.

"Mau lewat Jatiroke kan sama terjebak banjir di Sayangnya, lewat sini kirain bisa, ternyata malah mogok," ujar Adih.

Adih mengatakan, jalan tersebut sudah pernah terendam banjir beberapa tahun lalu, namun tak pernah separah ini.

"Ini yang paling parah, tinggi sekali. Biasanya masih bisa dilalui," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved