Sebanyak 1.100 Orang di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona, Kasus Terbanyak di Luar China

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (26/2/2020), terdapat 169 kasus baru, sehingga total ada 1.100 orang yang terinfeksi virus corona.

Sebanyak 1.100 Orang di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona, Kasus Terbanyak di Luar China
AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT
Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan, menyusul meluasnya wabah virus corona di negara itu, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. 

TRIBUNJABAR.ID, SEOUL - Jumlah korban terinfeksi virus corona di Korea Selatan semakin bertambah.

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (26/2/2020), terdapat 169 kasus baru, sehingga total ada 1.100 orang yang terinfeksi virus corona.

Total, sudah ada 1.146 orang yang terinfeksi, membuat Negeri "Ginseng" mencatatkan angka infeksi terbesar di luar negara asalnya, China.

Selain itu sebagaimana dikatakan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KCDC), sudah ada 11 orang meninggal.

Tiga Pasien yang Diisolasi di RSHS Bandung Sudah Boleh Pulang, Dinyatakan Negatif Virus Corona

Korban terbaru adalah pria asal Mongolia yang berusia sekitar 30-an, menjadikannya warga asing pertama yang jadi korban meninggal akibat virus corona.

Kantor berita Yonhap dikutip AFP Rabu (26/2/2020) memberitakan, pria itu dirawat di rumah sakit di Seoul, dan tengah menunggu transplantasi hati.

Sebagian besar korban, sekitar 90 persen, berasal dari kota terbesar keempat Korea Selatan, Daegu, dan Provinsi Gyeongsang Utara.

Jalanan Daegu, kota berpopulasi 2,5 juta, nampak sepi sejak virus menyebar dengan cepat, di mana terdapat antrian yang mengantre mendapatkan masker.

Pemerintah menginstruksikan warga untuk tetap di rumah jika mereka mengalami masalah pernapasan atau demam, dan menerapkan aturan ketat.

Karena virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu, Presiden Moon Jae-in pada pekan lalu mengumumkan kode merah, yang berarti tingkat darurat tertinggi.

"Pemerintah akan mengerahkan segala sumber daya, dan bersungguh-sungguh untuk mengontrol wabah ini," jelas Perdana Menteri Chung Sye-kyun. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

Liga Spanyol Terancam Terdampak Virus Corona, Tiga Fan Valencia Diperiksa Sepulang dari Italia

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved