Tarawangsawelas, Duo yang Kenalkan Tarawangsa ke Eropa, Maret Ini Akan Tampil di Rusia
Tarawangsawelas, duo yang mengenalkan tarawangsa ke Eropa. Maret ini mereka akan tampil di Rusia.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berkembangnya teknologi membuat generasi masa kini bisa dengan mudah membuat instrumen lagu yang diinginkan.
Hanya dengan satu alat saja, sekarang bisa menghadirkan berbagai instrumen dari berbagai alat musik lain.
Di balik berkembangnya alat musik modern, generasi masa kini pun sudah banyak yang meninggalkan alat musik tradisional.
Padahal alat musik tradisional mampu menghadirkan instrumen yang memberikan energi berbeda kepada pendengarnya.
Sadar akan menjaga kekayaan Indonesia, dua pemuda asal Bandung, Teguh Permana (tarawangsa) dan Wisnu Ridwana (jentreng) membuat grup duo dengan nama Tarawangsawelas.
Tarawangwelas merupakan kelompok musik etnik mistikal dari Bandung, Jawa Barat.
Mereka memainkan musik tarawangsa (gesek) dan jentreng (petik) yang merupakan alat musik tradisional dari Jawa Barat.
Alat musik itu dikombinasikan dengan beberapa efek pedal modern, seperti psychedelical yang cukup kuat melalui komposisi drone elektronik.
Grup duo asal Bandung ini dibentuk sejak tahun 2011 dengan nama Tarawangsawelas, kemudian sejak Juni 2019 resmi berganti nama menjadi Welas dengan alasan lebih mudah diingat dan diucapkan.
Dalam proses penggarapannya, grup musik ini lebih didominasi dengan komposisi-komposisi minimalis dengan ciri khas musik Tarawangsa yang tetap dipertahankan.
Terkadang, dalam beberapa kesempatan komposisi yang disajikan pun terkadang bisa berbeda dengan karya yang sudah terekam sebelumya yakni ditambah beberapa bagian improvisasi.
Manajer Tarawangsawelas, Deden M Sahid mengatakan nama duo group ini memang tidak cukup populer di Indonesia, namun Tarawangsawelas justru dikenal di Eropa.
"Kami banyak diundang oleh pemerintahahan kota di sana, termasuk festival jaz. Untuk pemberangkatan, kami selalu berangkat mandiri, di Indonesia juga kurang diekspos media," ujar Deden, di Braga, Minggu (23/2/2020).
Deden menyayangkan nama Tarawangsawelas justru lebih dikenal di negara lain dibandingkan negara sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tarawangsawelas-saat-tampil-di-eropa.jpg)