4 Juta Pil yang Diungkap BNN Mengandung Obat Keras, Psikotoprika dan Narkotika Golongan I

Narkoba yang disita dari rumah di Jalan Cingised, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung

4 Juta Pil yang Diungkap BNN Mengandung Obat Keras, Psikotoprika dan Narkotika Golongan I
Tribunjabar/Mega Nugraha
4 Juta Pil yang Diungkap BNN Mengandung Obat Keras, Psikotoprika dan Narkotika Golongan I 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

 TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Narkoba yang disita dari rumah di Jalan Cingised, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung teridentifikasi dalam tiga golongan.

"Secara garis besar ada tiga golongan. Obat keras, psikotoprika dan narkotika golongan I," ujar Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari di rumah tersebut, ‎Senin (24/2/2020).

Di Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 6 ayat 1 nya mengatur soal pengertian narkotika golongan I. Yakni, ‎ narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

"Untuk jenisnya akan diuji laboratorium. Tapi yang pasti salah satunya carisoprodol," ujar dia.

Kagumi Karya Timo Tjahjanto, Ini Tantangan Arya Vasco Bermain di Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2

‎Carisoprodol sendiri populer di masyarakat dengan sebutan pil PCC. Dalam rilis Badan Pengawasan Obat dan makanan (BPOM)‎, pil PCC mengandung Carisoprodol.

Obat yang mengandung Carisoprodol memberi efek relaksasi otot. Selain itu dapat juga menimbulkan efek samping bersifat sedatif dan euforia.

Adapun pada dosis yang lebih tinggi, diatas dosis terapi juga dapat menyebabkan kejang dan berhalusinasi, serta efek lainnya yang membahayakan kesehatan hingga kematian.

Pda tahun 2013, semua obat yang mengandung carisoprodol yang diberikan izin edar oleh Badan POM RI dicabut izin edarnya dan tidak boleh lagi beredar di Indonesia.

"Total pil yang disita sebanyak 3 juta 50 butir. Itu terdiri dari barang yang disita dari 35 kotak hendak dikirim ke luar jawa dan di dalam rumah tempat produksi. Kalau ditotal dengan yang ada di rumah, belum diedarkan sebanyak 4 juta butir," ujarnya.

BREAKING NEWS, Uang Milik Warga Hilang Misterius Tanpa Jejak, di Lemari Terkunci di Banyak Rumah

Dalam pengungkapan ini, BNN mengamankan enam orang. Sukaryo, salah satu tersangka mengatakan, dalam sehari, ia dan kawan-kawannya memproduksi sampai 4 ribu butir.

"Kami sudah beroperasi lima bulan," ujar Sukaryo.

Irjen Arman menambahkan, pil itu diproduksi dalam empat rumah yang satu sama lain terhubung. Dua ruangan digunakan untuk menyimpan mesin.

Di salah satu ruangan, tampak mesin untuk mencetak pil. Dindingnya sudah serba putih dari bahan baku pil.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved